SENYAWA
Kini ia lebih dekat dengan dunia malam, berganti pasangan walau hanya sampai sebatas teman kencan.
Orang tuanya pun sudah selalu membimbingnya, tapi sikap dinginnya yang diturunkan dari sang papi malah mendarah daging sampai sekarang. Kebaikannya selalu sebatas karena sesama manusia, dan lagi kepada karyawannya dia selalu bersikap angkuh. Merasa pantas meminta kewajiban mereka bahkan lebih, karena haknya telah terpenuhi.
Akhirnya dengan langkah berat ia memasuki kawasan masjid, membuka sepatunya dan menuju tempat wudhu. Sebelum mengambil wudhu ia pun sejenak berpikir lagi, “Apa ada yang salah, ya?”
Hot Chapters