Tukang Pijat Tampan
"Tapi di sini, malam ini, aku bukan itu. Aku hanya... seorang wanita yang menginginkan laki-laki yang ia kagumi."
"Iya tapi..." Adit mencoba berpikir jernih. "Apa yang kamu harapkan, Kak? Sekadar bersenang-senang?"
Melinda mengangguk tanpa ragu. "Ya. Hanya bersenang-senang. Tidak lebih."
Ia menggenggam tangan Adit dengan lembut.
"Aku mengagumimu, Adit. Sejak awal aku melihatmu di arena; melihat bagaimana kamu bertarung, bagaimana kamu bergerak, bagaimana kamu menang dengan cara yang unik. Aku sangat penasaran denganmu."