Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RADINKA

RADINKA

Dinka memejamkan matanya serta tersenyum menikmati angina sepoi-sepoi yang menabrak wajahnya sampai tak menyadari Jayden menatapnya dan saat Jayden mulai menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Dinka, barulah Dinka tersadar dan mulai membuka mata dan menoleh ke Jayden lalu melemparkan senyum tipisnya. Jayden merogoh kantungnya mengambil benda kecil yang sempat dibelinya tadi dan memberikannya kepada Dinka. "Pakai," ucap Jayden dengan nada rendah. "Makasih," ucap Dinka menerima pemberian dan mulai memakai ikat rambutnya dengan ikat rambut berwarna lucu yang diberikan Jayden, biru laut.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kontrak dengan Duke Tiran

Pernikahan Kontrak dengan Duke Tiran

Topeng besinya memantulkan cahaya, membuat bayangan seperti iblis. Duke Kain. Dan di sampingnya…. Isolde Llewellyn. Mengenakan gaun hitam sederhana. Tidak ada riasan, tidak ada perhiasan. Hanya cincin besi dingin di jari manisnya. Cincin yang bertuliskan lambang serigala. Lambang Duchess dari Utara. Seluruh aula membeku. Roselyn menjatuhkan cangkir tehnya, seketika teh panas tumpah ke gaun putihnya.
206 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya Yasa membuat Byakta mengangguk. Yasa terdiam. 'Apa perempuan yang ku tabrak tadi?' batin Yasa saat mengingat perempuan yang tadi tak sengaja dia tabrak. Yasa kembali menatap Byakta. "Apa dia memakai gelang hitam dengan mainan jangkar?" tanya Yasa sekali lagi. Byakta terdiam tengah berpikir, kemudian dia mengangguk dengan semangat.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

"Bodo! Nih, jaketmu. Cuci sendiri. Males nyuciin." Anes melempar hoddie hitam ke arah Bram, seraya melangkahkan kakinya menuju ke arah luar. Bram spontan menangkap hoddie miliknya dengan gesit. Pemuda itu nyengir kuda, saat masih bisa merasakan aroma parfum rasa vanila yang sering dipakai Anes, menguar dari hoddie yang kemarin sore dipakainya. Sejenak Bram terdiam menikmati aroma yang sama, dengan aroma tubuh Anes yang baru saja melenggang di sampingnya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Namun seperti ada ketidakyakinan pada perkataannya. Secara tidak sadar, Iris melirik dan memperhatikan Adrian yang masih duduk di sebelahnya, melepaskan beberapa lencana besi pada pakaiannya. Suara lencana tersebut berdenting cukup keras ketika dilemparkan sembarangan ke atas meja, menunjukkan seberapa berat untuk lencana sekecil itu. Iris juga dapat mendengar ia bergumam samar tentang bagaimana ia membenci apabila harus berpakaian lengkap karena menyesakkan dan terasa berat.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Rasa penasaran tiba-tiba membuncah, membuatku tak sadar menoleh kepada Aquilla yang mendongak untuk menatap Aurora tersebut. Aku baru menyadari bahwa di leher kanan Aquilla terdapat sebuah tato berbentuk naga yang warna memudar, seakan-akan berbaur dengan kulit putih pucatnya itu. Matanya pun kini bersinar merah, bukan lagi berwarna ungu yang membuatku takjub sekaligus iri. “Aquilla,” panggilku tapi dia tetap bergeming pada posisinya. Dia terlihat terlalu terikat dengan pemandangan Aurora berwarna ungu tersebut. “Apa yang sedang kau lakukan?”
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

Hingga sampailah di rumah Dinda, kakak barunya. Mereka melihat Dinda sudah rapi dengan balutan gaun berwarna cream yang senada dengan baju yang Verdi kenakan. Verdi segera berlari menuju dimana Dinda berada. Tak lupa lengannya ia torehkan, hingga Dinda dapat meraihnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
Gadis Desa Milik CEO Arogan

Gadis Desa Milik CEO Arogan

Ardella berdiri mengenakan gaun pilihan Aoran, gaun berwarna merah hati, panjangnya melewati lutut Ardella, gaya rambut disanggul memberikan kesan Ardella terlihat dewasa, ditambah dengan bibirnya dilapisi oleh lipstik berwarna merah hati mengikuti warna gaunnya. Aoran sedikit tertarik melihat penampilan Ardella. Mengamati penampilan Ardella dia memberikan senyum puas, senyumnya bahkan tidak sampai satu detik, raut wajah berubah saat melihat kalung yang tergantung di leher Ardella, kalung yang bertuliskan nama Robin. Apalagi lagi yang salah, wajahnya berubah lagi. Ardella membatin. Aoran berjalan mendekati Ardella, melihat lebih dekat. "Jangan sampai membuat kesalahan di pesta." Ucapnya ding
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
Crown

Crown

fish.trowinter crown
Tanpa pewarna rambut, warna hitam berkilau rambut Laura semakin menyempurnakan penampilannya malam ini. Mella menatap Davi. Dengan memakai kemeja hitam yang dilapisi dengan tuksedo putih bergaris emas. Ditambah celana bahan putih membuat Davi sangat tampan. Mella merapikan rambut Davi yang agak berantakan. "Oh sebentar, Tante punya pelengkap,” Mella berdiri, mengambil dasi kupu-kupu berwarna emas dan jefe boutonniere untuk di sematkan di saku tuksedo Davi. "Nah, perfect!" Davi menjadi semakin tampan. "Tante, ini bunga Davi palsu ya. Kenapa nggak yang asli aja?” tanya Davi dengan menunjuk bunga di dada kirinya.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai adorning
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status