Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Balada Cinta Duda Belanda

Balada Cinta Duda Belanda

"Yup, jadi buruan ya!" Alexa pun segera melajukan kendaraannya menuju kafe yang terletak di bilangan Tebet. Beberapa saat kemudian, Alexa yang ditemani oleh Sekar telah sampai di Aryska cafe dan sedang menunggu kehadiran Nesya. "Nunggu siapa sih, Mbak?" tanya Sekar. "Teman SMA-ku, dia kerja di Kaypo.com. Udahlah, kamu nonton aku aja, nggak usah ikutan ngomong, oke?!"
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 88 Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Di pintunya tertulis 'Aperto ' yang Grace tahu memiliki arti buka. Tempat ini memiliki konsep rumah kaca. Orang yang melihatnya pertama kali mungkin bertanya-tanya apa yang ada di dalam bangunan itu hingga mereka melihat warna palet abu-abu, beige, dan biru yang sederhana. Dengan sedikit sentuhan batu dan emas sehingga tetap memberi kesan elegan meskipun dapat dikunjungi semua kalangan. Cafe ini terlihat ramai. Hampir semua meja telah ditempati pengunjung. Memang tidak ada yang meragukan bahwa Cafe ini dimiliki oleh Audi. Mereka hanya tidak tahu jika Audi tidak sebaik yang mereka lihat. Saat Grace masuk, dia di sambut oleh dua orang berbadan tegap yang memperkenalkan diri sebagai bodyguard.
1046.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Terjebak Pesona Bodyguard Misteriusku

Terjebak Pesona Bodyguard Misteriusku

“Selamat atas pembukaan kafe barumu hari ini, Kakakku sayang.” Ed memeluk sang kakak sesaat di acara pembukaan kafe milik Kate. Kafe itu ia beri nama Fine Day. Dibuka mulai hari ini dan langsung begitu ramai. Daya tarik kafe itu tak hanya ada di desain interior maupun eksteriornya, tapi, juga menu yang menyediakan berbagai macam varian dessert.
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 81 Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

“Aku fokus kok. Fokus menerima nasib diculik kamu dalam kondisi seperti gembel.” Tak lama kemudian mobil Safa berbelok, masuk ke area parkir sebuah cafe outdoor yang gemerlap lampu-lampu kuning dan dekorasi rustic ala P1nterest. Tercium aroma kopi dan pastry dari kejauhan. Safa mematikan mesin. Kami berdua… diem. Bukannya turun, kami malah menatap area cafe dari balik kaca mobil seperti FBI sedang memantau target operasi.
1017.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 496 Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Gadis Lugu Milik CEO Duda

Gadis Lugu Milik CEO Duda

Rasanya pasti sangat menyenangkan Lima belas menit kemudian Bara menghentikan Audy RS7 miliknya tepat di depan sebuah kafe yang berukuran tidak terlalu besar, tapi suasana di kafe tersebut sangat nyaman dengan beberapa tanaman hias serta koleksi buku milik si pemilik kafe yang bisa dibaca oleh setiap pengunjung yang datang. Universe Cafe namanya. "Selamat datang, Tuan Ba—" Bara menggelengkan kepala pelan sambil menaruh jari telunjuk tepat di depan bibirnya, menyuruh pelayan tersebut agar tidak melanjutkan kalimatnya tanpa sepengetahuan Seika dan Cherry.
10386.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 11.6K Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Aku pergi dulu, Ma.” “Nggak honeymoon, lo?” Fayra mentatap heran pada Safir, yang sudah berada di kafe 24 jam miliknya. Sebenarnya, kafe tersebut bukan murni milik Fayra, tetapi, ia juga memiliki sebagian saham di sana. Tidak hanya kafe, tetapi Fayra juga memiliki saham di beberapa tempat usaha, yang mampu memberinya income setiap bulan. “Nggak,” jawab Safir singkat.
9.8398.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 11.6K Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ucap Pak Yayat memulai obrolan. “Pasti dia syok, Pak Yayat,” timpal Aep yang beberapa kali menelan ludah karena ingin mencicipi kopi. Ia merasa segan untuk menyeruputnya di saat seperti ini, apalagi kedua pria paruh baya di dekatnya tidak ada yang menyentuh minuman itu.
9.774.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

jawab Delina. "Di lantai berapa cafenya ? apa nama cafenya? aku membawa oma ku ,tidak masalah kan?" tanya Liade kembali. "Oh tidak apa-apa, aku juga datang bersama seorang sahabatku. Nama cafe nya ***** , di lantai 3. Saat ini aku memakai jaket Hoodie warna ungu yah" papar Delina menjelaskan. "Baiklah , sampai jumpa ya. Mungkin sebentar lagi kita akan bertemu ,karena aku sudah berada di parkiran mobil" sahut Liade menjelaskan posisinya berada sekarang.
1014.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 564 Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Aku Mengalah

Aku Mengalah

"Nggak, aku nggak apa-apa kok. Cuma tadi agak sedikit shock aja. Tiba-tiba mobil melaju sangat kencang dan membuatku hampir saja menabraknya. Untung aku mengerem mendadak tadi." "Lain kali kamu jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, ingat ada dede bayi. Oh iya, Kamu mau pesen apa?" Nissa mempersilahkan Afi duduk dan melambaikan tangannya memanggil seorang pramusaji di cafe ini. Seorang pelayan datang dengan membawa pulpen dan buku menu. Afi membuka beberapa menu yang tersedia. "Cappucino chocolate aja, Mbak," ucap Afi lalu di angguki pelayan cafe.
1050.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
Istri Kedua Sang Presdir

Istri Kedua Sang Presdir

Dia berjalan cepat, mengikuti petunjuk yang dia terima dalam pesan singkat terenkripsi. Tujuan Keandra adalah sebuah cafe yang terletak di tikungan jalan utama, tersembunyi di balik barisan pohon trembesi yang rindang. Kafe itu bernama Senja Pertama, sebuah tempat yang dirancang dengan kayu gelap dan kaca besar, memberikan kesan nyaman sekaligus elegan.
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 121 Beses bilang afeksi cafe
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status