Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Bisik Marissa penuh keyakinan. Cocoa Cafe Melissa menopang dagu sambil menatap Lee yang sedang membuatkannya es coklat. Ditatapnya otot tangan Lee yang kencang. Pria itu pasti pekerja keras. Sama seperti Rio dan Raga bosnya di toko roti. “Sepertinya kafe bukan pekerjaan utamamu, kan?” Tanya Melissa. “Kenapa?” Tanya Lee yang sedang menuangkan es coklat Melissa ke dalam gelas.
917.8K viewsOn holdAdded to Library 693 Times as kafe micasa
Read
+Library
MAAF

MAAF

tanya Cahyo saat baru pulang kerja dan menemukan istrinya sudah ada di dapur, sedang membuatkan susu jahe untuknya. “Tadi habis nonton, Mas.” segera disodorkannya cangkir berisi cairan putih pekat itu mendekat ke Cahyo. “Besok kamu libur kan? Aku mau ngajak kamu ke kantor.” “Ada acara apa, Mas?” “Ada relasi yang pengen ketemu sama kamu.” tidak ada tindakan lain selain hanya mengangguk untuk Yuni.
103.4K viewsOn holdAdded to Library 115 Times as kafe micasa
Read
+Library
FATED

FATED

Apa kafe ini adalah kafe punya Sky4, ya? “Nah, ini minumanmu. Ice chocolate with muffin top,” kata staff itu entah dari mana asalnya. “Kamsahamida. Maaf, sudah merepotkan.” “Tidak merepotkan, kok. Oh iya, kalau bicara sama aku tidak usah pakai bahasa formal,” katanya sambil tersenyum. “Ah, begitu.” “Oh iya, kita belum kenalan, ya? Perkenalkan namaku Michelle Jung.”
104.3K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as kafe micasa
Read
+Library
Adikku Ingin Jadi Maduku

Adikku Ingin Jadi Maduku

"Sepertinya sibuk sekali." Melissa membenahi tempat duduknya. "Terima kasih ya, Kaf. Berkat kamu aku masih bisa ikut meeting ini. Terima kasih sekali. Nggak tahu gimana jadinya kalau aku tidak ada kamu," ujarnya kemudian dengan menggeleng pelan. "Sama-sama," ujar Kafka. "Habis ini mau ke mana?" Dia bertanya. "Aku mau ke tempat pemancingan di dekat sini." Dia memberitahu dengan kekehan.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as kafe micasa
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Septian sembari menatap kearahku. Kualihkan pandanganku menatapnya, “aku tidak begitu paham tapi kamu menjelaskan dengan sangat baik. Aku penasaran, kafe mana yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaanmu. Kalau tebakanku benar, apa itu Kafe Mandellin?” “Kafemu,” Septian menjawab dengan santai. Aku mengangguk-anggukkan kepala namun setelah sadar apa yang diucapkannya, aku menatapnya tidak percaya, “a-apa aku tidak salah dengar?”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as kafe micasa
Read
+Library
KAMASEAN

KAMASEAN

Wanita berusia dua puluh tahun itu menginjakkan kaki di pelataran sebuah galeri lukisan bernama Gheoff Art. Sudah hampir seminggu ia tidak datang ke sana karena merasa kurang enak badan. Sudah hampir seminggu juga ia tidak dapat menghubungi Frans Geoff Richardson, kekasihnya sekaligus pemilik galeri itu. Sebelum membuka pintu, wanita bernama Kamasean Shirly itu tampak menambah polesan lipstik di bibirnya. Ia tidak ingin tampil pucat di hadapan Frans.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as kafe micasa
Read
+Library
Dive Back Into You

Dive Back Into You

Apa pelanggan cafe ini sebenarnya hanya ingin melihat Saka? Shana mengangguk tanpa sadar. Siapa coba yang tidak tertarik dengan pesona Saka. Namun di sisi lain, tipe cafe yang diusung lelaki itu terbilang unik. Bakery cafe yang ditawarkan Saka cukup menarik bagi yang ingin breakfast, brunch atau sekadar berbincang santai. Terdapat beragam baked goods dan minuman di cafe ini. Mulai dari macarons, cookies, cupcakes, muffins. Cream puffs dan jenis choux yang lain kesukaan Kiana juga tersusun cantik dalam etalase. Sandwich dengan banyak varian juga menjadi andalan tempat ini, bahkan Shana pernah mencobanya untuk mengganjal lapar. Untuk item minumannya ada coffes, milkshakes, smoothies, dan juic
102.9K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as kafe micasa
Read
+Library
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

terangnya yang langsung mendapat senyuman maklum dari George. "Kau sudah pesan?" George menyodorkan buku menu kepada Myra. Sampulnya berwarna putih dengan logo kopi di depannya. Desain yang begitu simpel, mungkin agar terlihat cocok dengan interior kafe tersebut yang cukup minimalis. Suasana kafenya pun dibuat sedemikian rupa agar para pengunjung merasa nyaman di sana. Myra menggeleng. "Belum, aku tak tahu cara memesannya, jadi aku langsung ke sini menemuimu," jawabnya polos. "Ini pertama kalinya aku ke kafe."
107.1K viewsOngoingAdded to Library 271 Times as kafe micasa
Read
+Library
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

“He..he..” Akhirnya Millia dan Jeni mengunjungi sebuah kafe bernuansa modern terletak di Jalan Amboa. Begitu pintu masuk dibuka, semerbak harum kopi langsung menyambut. Lebih cepat dibanding pelayan berdasi yang memandu mereka ke meja kosong. Warna coklat yang dominan, hitam dan kuning, terasa kental menyapu funitur, tembok, dan langit-langit serta lantai.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 217 Times as kafe micasa
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status