Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sasakala

Sasakala

Karena itu dia tahu sedikit beberapa jenis kopi. Nyimas tersenyum ketika berjalan mendekati warung kopi. Jantungnya sedikit berdegup. Pintu warung Pak Rawa juga sedikit berubah. Sekarang menggunakan pintu kaca. Dengan kanan kirinya jendela kaca yang besar. Sedikit mengikuti alur cafe yang sering ia temui disekitar kampus. Didepan pintu, tangannya menempel untuk membuka. Dari sana dia melihat Hasta yang sedang terduduk dengan raut wajah serius mendengarkan. Menatap seorang pria di seberangnya. Membelakangi Nyimas. Dia tak bisa melihat siapa. Tapi seperti itu Arka. Punggungya sedikit bungkuk dengan bahu yang kecil.
9.82.8K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as afeksi cafe
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

tanya Selin memecah keheningan itu. “Aku sudah booking tempat di kafe dekat sini,” kata Rendra akhirnya, suaranya datar. “Oh, baik,” jawab Selin cepat, hampir seperti refleks. Mereka tiba di kafe kecil yang tersembunyi di sebuah gang. Bangunannya bergaya vintage, lampu kuning hangat, hampir sepi. Rendra memarkir mobil, lalu turun lebih dulu. Kali ini ia tidak membukakan pintu untuk Selin.
10707 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as afeksi cafe
Read
+Library
Istri Cantik Pilihan Mamaku

Istri Cantik Pilihan Mamaku

Ardhan menawarkan. “Terserah Kakak saja.” Alea tidak menolak ketika Ardhan membawanya ke sebuah kafe. Kafe itu ada di lantai 50. Karenanya kafe ini diberi nama Sky Kafe. Di mana ketika mereka bersantai sambil makan-makan, seolah sedang berada di langit. Mengingat tempatnya yang tinggi dan bisa melihat pemandangan di bawahnya nun jauh di sana.
1056.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as afeksi cafe
Read
+Library
SISTEM HAREM : Penakluk Wanita

SISTEM HAREM : Penakluk Wanita

Di tengah hiruk pikuk ibu kota, terdapat sebuah kafe yang menjadi oase bagi para penikmat kopi. Kafe ini bernama "Caffeine Haven", sebuah tempat yang menawarkan kedamaian di tengah kebisingan kota. Dinding-dindingnya yang berwarna coklat hangat, dipenuhi dengan lukisan-lukisan abstrak yang menambah keunikan tempat ini. Cahaya lampu gantung yang temaram memberikan suasana yang nyaman dan hangat.
9.645.4K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as afeksi cafe
Read
+Library
Luapan Gairah Panas Ayahmu

Luapan Gairah Panas Ayahmu

“Iya … nggak apa-apa, Zira. Aku juga pengin santai sebentar.” Kafe itu hangat, interiornya bernuansa kayu dan lampu temaram, membuat suasana terasa nyaman. Mereka memilih meja di dekat jendela, di mana sinar matahari menembus kaca, menimbulkan bayangan lembut di lantai. Pelayan datang membawa menu, tapi Alesha hanya mengangguk, menyerahkan pilihan Zira. Sambil menunggu pesanan datang, Zira mulai membuka obrolan ringan, seperti biasa. “Ah, aku nggak sabar mau cobain cake cokelatnya. Kamu juga harus coba, Lesh?”
1085.6K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as afeksi cafe
Show Reviews (5)
Read
+Library
Weneedta
Ceritanya bagus Thor... Izin promo ya. Sambil nunggu update buku ini, mampir yuk ke cerita aku. "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Makasih ^_^
Alan Nasution
critanya makin ksini mkin ngeselin , apalagi pnjelasan yg bilng mereka psangan slingkuh , pdhal sma2 single , atau hubungan trlrang dan diluar norma , usia mereka kan sma2 legal , dan gak ada hubungan darah . tpi kyak hubungan mereka terlarang ,pdhal gak !! yg ada , DILARANG bukan TERLARANG .
Read All Reviews
Jodi Ruman

Jodi Ruman

“Pukis yang dekat rumah abang, ya. Keju, green tea, sama kacang.” “Kamu kira-kira, dong, kalau request. Ini belum jam 8, loh. Pukis itu, ‘kan, bukanya jam 4 sore.” “Oh, iya, ya.” Afi menggaruk pelipis yang mendadak gatal. Sebenarnya Afi hanya asal berceletuk. Dia menyebutkan makanan yang secara spontan terlintas dalam pikiran. Dia tidak sempat memikirkan jam buka kedai yang menjual kue itu.
8.716.7K viewsOngoingAdded to Library 552 Times as afeksi cafe
Read
+Library
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Ada sesuatu di mata Aksa, bukan ide, tapi ingatan. Aksa berdiri, mengambil sticky note dan menulis dua kata: KOPI RASA RUMAH Dita bangkit cepat, mendekat, suaranya takjub. “Maksudmu, konsep kafe yang bukan cuma soal kopi… tapi pengalaman emosional?” Aksa mengangguk. “Orang pergi ke kafe bukan cuma untuk minum. Mereka datang untuk menemukan tempat istirahat dari hidup yang berisik.”
105.3K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as afeksi cafe
Read
+Library
SEAN

SEAN

*** Di sebuah cafe yang sangat populer di Manhattan, yang bernama Fidelidade no Amor, yang menjual pasta yang sangat lezat dengan cita rasa yang unik, yang mana sangat memanjakan lidah sang penikmatnya, yang tak lain adalah cafe dan resto milik Naraya. Seorang gadis cantik berambut panjang, dengan iris mata hijau, yang bernama Greysie Natalie, seorang Chef part time di cafe Fidelidade no amor. Karena Grey masih kuliah, Grey Cuma bekerja part time di cafe milik Naraya. Naraya sangat mengenal Greysie, karena Greysie bekerja di cafe milik Naraya mulai dia masih bersekolah di tingkat atas. Karena untuk membiayai hidupnya yang seorang diri, Greysie bekerja paruh waktu setelah sekolah. “Grey, past
9.315.3K viewsOngoingAdded to Library 458 Times as afeksi cafe
Read
+Library
Kembali untuk Merebut Kekayaan

Kembali untuk Merebut Kekayaan

Jelas-jelas kelompok ini sengaja mencari perkara dengan meminta hal tidak disediakan di sana. Toko ini hanyalah sebuah kafetaria tempat minum berbagai macam jenis kopi, bukan night club atau tempat pelacuran. Tubuh gadis pelayan kafe gemetar. "Tapi, Tuan-tuan, kami tidak menyediakan hal-hal seperti itu. Tidak ada ada minuman keras atau wanita untuk menghibur pelanggan." Mata Kenzo melotot. "Gue kagak mau tau. Tugas lu tinggal penuhin saja pesanan gue. Kalo kagak ...."
10673 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as afeksi cafe
Read
+Library
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

Tanya Raga. Amira mengangguk. Dia sudah bisa melihat sekeliling sekarang. Amira baru menyadari jika cafe yang mereka datangi ternyata sangat bagus. Cafe bernuansa kayu dengan hiasan tanaman rambat dan lampu kecil yang berkelap-kelip. Tempat yang sangat cocok untuk anak muda. “Suka enggak cafenya?” Tanya Evan setelah Amira selesai melihat ke sekeliling. “Gue sempet cari di internet. Ini yang paling banyak rekomendasinya.”
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 520 Times as afeksi cafe
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status