Ah, Jangan Kakak Ipar
"Mas Damar cuma khawatir sama aku, Sayang."
Vanessa mendengus kesal. "Khawatir atau terlalu ikut campur?"
"Vanessa," geram Bara, memberi peringatan.
"Apa?” jawabnya tak terima. Ia menjauhkan tubuhnya dari Bara, menatap kesal pria di hadapannya itu. “Aku cuma ngomong apa adanya." Tapi sedetik kemudian, ia kembali menyandarkan kepalanya di bahu Bara. "Kamu suaminya. Harusnya kamu yang ambil keputusan. Kamu jangan mau kalah sama dia, Sayang." Nada suaranya terdengar manja, tapi ada sesuatu di balik kalimat itu.
الفصول الرائجة