Ahli Waris
Rahman dan Ben semakin tertawa melihat aku juga mendapat omelan pegawai itu.
“Iya, Mbak. Aku mengerti.” Kupelototi mereka agar diam. Kini aku bisa berkonsentrasi dengan teliti.
“Baik, sebutkan nama!”
“Kanjeng Adipati Raden Adhinanta Wira Negara, satunya Kanjeng Adipati Raden Adiwilaga Wira Negara,” kataku membuat pegawai itu menghentikan bolpointnya mengamatiku dengan serius.
“Pak, saya tahu Bapak ini keturunan Romo bangsawan. Tapi, apa bisa dikatakan dengan jelas, dan pelan! Kayak kereta saja jalan terus. Ulangi, Pak!”
Hot Chapters