Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gantari

Gantari

Gantari 4 Gorden jendela yang tadi sempat tersibak, kembali tertutup dengan cepat saat aku bersitatap dengan wajah mengerikan itu. Meski takut aku berusaha menguatkan hati. Ah, ini pasti aku hanya berhalusinasi seperti sebelumnya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Mahar 50 Juta dari Si Petani

Mahar 50 Juta dari Si Petani

Matanya memanas, tanpa berlama-lama menggenangi pelupuk mata, cairan bening meloloskan diri dengan begitu mudah hingga membuat pipi pria berusia matang itu basah seketika. "Bar," panggil Kang Dadang lirih. Akbar masih menangis sambil mendekap erat tubuh ringkih Emak yang sempat kedinginan. Beberapa keluarga pasien yang kebetulan berada di musala mulai mendekat dan menatap menyelidik.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 824 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Api asmara memercik-mercik panas di mata keduanya. "Bagaimana kalau suatu hari Keisha sudah tidak cantik, tidak baik, tidak pengertian dan tidak setia lagi? Apakah kamu tetap akan mencintainya?" Panji seketika bungkam. Bibirnya tidak berucap. Tetapi matanya menyatakan kalau ia menolak.
1091.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

Sampai-sampai orang akan kesulitan untuk membedakan, apakah mata itu berkaca-kaca karena kesedihan atau kemarahan. Mata Mamanya bergetar tidak percaya. Matanya bergerak resah seolah mencari kebenaran dibaliknya, namun yang ia lihat hanya kesungguhan. Putrinya bersungguh-sungguh membencinya. "Berani kamu bicara seperti itu ke Mama?!" bentaknya. "Kenapa, Mama kaget?" Bukannya menampakkan wajah marah, justru Grace menunjukkan senyum miringnya, sinis.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air Mata Rani

Air Mata Rani

ucap mami Liana dengan menatapnya tajam. “Baik, Mi!” Rani mengalihkan perhatiannya menatap bi Tina yang sedang mengelap piring basah. Wanita paruh baya itu seolah mengerti arti tatapan matanya. “Biar bibi saja yang melanjutkan, Non!” “Terima kasih, Bi.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

Berkali-kali ia berhenti, berkali-kali pula ia beristighfar lalu mengelus dadanya. Deru mobil terdengar di halaman rumah, gegas Naina membuka pintu untuk menyambut kedatangan mereka. Satu per satu ia menyalami suami dan orang tuanya. Ia berhasil menyembunyikan matanya yang sembab dengan sedikit polesan bedak. "Ini buatanmu, Dek Na?" Asyraf menyentuh hiasan mahar yang belum selesai di atas meja rias. "Iya, Mas. Bagus nggak?"
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Menjadi Ibu Susu Bayi Kembar CEO

Menjadi Ibu Susu Bayi Kembar CEO

"Aku ini laki-laki, Rani. Siapa yang gak tergoda kalau dirayu olehnya?" Maharani membelalak. Ia menoleh ke arah Ayu yang masih berdiri kaku, air mata menggenang di sudut matanya. "Apa maksud kamu?" suaranya penuh ketidakpercayaan. "Yang menggoda itu dia? Bukan kamu?"
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Penghangat Ranjang Tuan CEO

Penghangat Ranjang Tuan CEO

Kedua bola mata abunya sempurna melekat pada wajah Athalia yang tampak memerah. Athalia pun menaikan pandangan, membuat mata hazel berwarna cokelat muda miliknya, dapat melihat wajah Mahesa yang menampilkan raut jumawa. Athalia sadar, Mahesa pasti telah menebak niat kedatangannya. “Kau akan bicara atau hanya tetap diam saja? Katakan, Athalia! Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu membuka mulut.” Mahesa mendesak.
7.836.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status