Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

Plus bonus bisa pose bareng dengan Mahra. Hari ini Mahra memakai Tunik hitam dengan perpaduan rok mocca serta hijab square polos warna mocca. Menunjukkan sisinya yang sangat lembut. Dari sudut, sejak acara berlangsung. Angga tak bosan-bosannya menatap perempuan pujaannya. Sebenarnya dia sangat sibuk dengan urusan kantornya. Tapi, dia tetap menyempatkan diri untuk melihat acara meet great Mahra. Apalagi, setelah ini mereka akan menjenguk tantenya di pedesaan sana. Tentu mereka sangat meharapkan kehadiran Angga untuk menunjukkan jalan menuju tempat Mariah sekarang.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Manik mata berwarna hitam pekat yang begitu menenangkan dan memberikan rasa damai. “Om! Ngapain sih?” tanya Dean bingung pada sikap aneh Atma. Pria itu hanya mengendikkan bahu acuh dan berjalan menjauh. “Ish aneh banget dasar. Memang ya Mba kalau orang sudah umur itu suka gak jelas tingkahnya.” Clarita hanya menggeleng dengan senyum di wajahnya.
9.434.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Bertemu Janda Cantik

Duda Tampan Bertemu Janda Cantik

bisik Shankar lekat ke kuping sang Mama yang sedang tersedu menangis. "You are not wrong, honey," dengan suara serak Chahna berucap kepada Shankar lelaki keturunan India tersebut. Shankar terlihat mengusap air mata Chahna yang bercucuran, bagaikan air terjun mengalir deras di hamparan pipinya. Bersambung
904 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Kronik Negeri Nusa

Kronik Negeri Nusa

Setelah mengatur nafas, pendeta Ghana bertanya, "Kali ini, mimpi tuan putri seperti apa?" Antari mengerjapkan mata cokelatnya dan perlahan berdiri dengan Nattari yang masih memegang tangan mungilnya. Para tabib berusaha memberinya air yang sudah berisi ramuan herbal, "Aku tidak haus!" Antari terdengar membentak, yang membuat Maharatu memberi isyarat menyuruh para tabib dan Midah pergi, sehingga di ruangan hanya tersisa dirinya, Antari, dan pendeta Ghana.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

"Aisyah besok aku akan kembali, Sayang, kuharap hanya ada air mata bahagia yang akan tertumpah dan yang kuseka dari mata indah nan teduh milikmu itu, permaisuriku!" Bram ikuti nyanyian hewan malam yang akhirnya membuatnya terbuai larut terbawa dalam alam mimpinya. Sementara itu di tempat berbeda. "Argg, sial, kenapa wajahnya terus saja bermain di pelupuk mataku sih?"
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

"Yang sabar, ya, Rindu." Aku terdiam sebentar. Menatap pada Bu Wati yang tengah menatapku dengan genangan cairan bening di kedua sudut matanya. Mungkin, wanita paruh baya ini iba pada nasibku yang sangat tak beruntung. "Rindu nggak apa-apa, Bu." Aku menjawab sembari menarik senyuman. Bu Wati ikut tersenyum. Namun, masih bisa kulihat jika matanya berkaca-kaca.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

Aku tak sanggup melihatnya,' Matanya terpejam kuat bibirnya ia gigit hingga mengeluarkan cairan merah, menahan sakit yang luar biasa di dalam sana. "Air mata ini terlalu berharga untuk sekedar menangisi pria brengsek itu. Dan bibir ini sungguh indah tak boleh ada noda di sana, Allah akan sangat marah ciptaanNya telah di rusak." Lirih suara itu, begitu lirih dan menenangkan. Uluran tangan yang menghapus semua keluh kesahnya yang seketika terangkat hilang entah kemana.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

suara Devano menyadarkan Kanaya. Ia menatap Devano yang mengambil tempat di sebelahnya. Tak lama kemudian Melinda, Davina, seorang pria, dan anak kecil berusia 4 tahun duduk di kursi mereka masing-masing. Davina, sang pria, dan anak kecil itu duduk di hadapan Kanaya dan Devano, sedangkan Melinda duduk di ujung meja, di antara Devano dan Davina.
10207 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Itu Lama Lebih Baik Menjanda

Seumur Hidup Itu Lama Lebih Baik Menjanda

Maharani ingin memastikan image keluarganya terlihat sempurna di acara bergengsi ini, sebuah kesempatan networking yang tidak boleh dilewatkan, tanpa menyadari penderitaan yang ia timpakan pada suaminya. Maharani, mengenakan gaun desainer yang harganya melampaui seluruh aset kecil Ajeng, berjalan dengan anggun, matanya menyapu ruangan, menghitung koneksi dan potensi bisnis. Di sisi lain, Ajeng, Rita, dan Tari, meskipun mengenakan pakaian terbaik yang bisa mereka dapatkan, terlihat kaku dan cemas. Mereka seperti ikan air tawar yang tiba-tiba dilempar ke lautan. Maharani mengabaikan mereka, hanya sesekali memberikan tatapan tajam yang mengingatkan mereka untuk menjaga sikap. Namun, di antara s
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Tubuh langsingnya dibalut dress satin berwarna sage. Lucky yang sudah mengenakan setelan jas berwarna navy dan dirapikan oleh Mbak Rani langsung terdiam melihat penampilan calon istrinya, matanya tidak berkedip sedikitpun, mulutnya bahkan juga terbuka sedikit. Mbak Rani yang menyadari itu langsung menyenggol Lucky. "Hati-hati, Mas, masuk lalat tuh," candanya sambil terkikik geli yang serta-merta membuat Lucky tersadar dan merapatkan mulutnya.
10966 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status