Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
From Bully to Love Me

From Bully to Love Me

"Terus kamu maunya Mama gimana? Nangis-nangis dan stress memikirkan hancurnya pernikahan kamu sama Pradipta? Atau kamu ingin Mamamu ini mengucilkan kamu di dalam keluarga kita? Oh, tentu tidak, Dis. Mama justru amat sangat bersyukur karena kamu tetap tegar setelah mengetahui bahwa hidup tak selamanya sesuai dengan harapan kita. Biar saja kamu tidak punya suami, tapi Mama akan membuat orang-orang yang sering memandang janda dengan stigma tidak baik itu tutup mulut. Mama akan memperlihatkan kepada mereka semua kalo meskipun kamu janda, tapi kamu janda yang bermartabat dan high class. Kamu tetap tidak hidup kekurangan meskipun kamu tidak memiliki suami yang memberikan uang bulanan." Astaga... G
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
RD. SEIYA SEKATA

RD. SEIYA SEKATA

ujar Mama dengan mata berkaca-kaca. “Makasih ya Ma atas cinta yang begitu besar untuk Rade dan Redi. Kami gak mau Mama kesepian. Kalau sekiranya mama menemukan orang lain yang Mama cintai dan bisa mendampingi Mama, kami gak apa-apa kok kalau Mama nikah lagi.” “Tuh, kan bahas ini lagi.” “Kami tu kadang-kadang geram juga, Ma. Kalau melihat tatapan tetangga-tetangga kita yang penuh curiga pada Mama seolah-olah Mama mau merebut suami mereka hanya karena Mama seorang janda.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Mengingat hanya dia dan lelaki itu yang ada d ruangan ini. "Iya, ada apa Pak?" tanya Dinda. "Saya akan tunggu di sini ya, Nona!" kata Imam sambil tersenyum genit menggoda mengeringkan mata pada Dinda. "Hah?" tanya Dinda. "Pak itu matanya kenapa seperti itu? Bintitan ya? Saya ada salep manjur! Kasihan mata Bapak kedip- kedip gitu, jadi inget 'Apaan tuh' Jaja Miharja deh," kata Dinda polos karena memang Dinda tak begitu bisa melihatnya dengan jelas mengingat matanya yang minus min setengah.
9.544.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

"Kita itu ibaratkan langit sama bumi yang gak akan pernah bersatu sampai kapan pun." "Kenapa seperti itu?" tuntut Daejung sambil menatap wajah Amanda dengan tajam. Amanda membalas tatapan Daejung dengan senyuman lebarnya yang hangat kemudian berucap, "Aku seorang janda beranak satu, Jung. Wanita yang dicampakkan oleh suaminya saat sedang hamil, tapi kamu malah dengan mudahnya jatuh hati sama aku. Apa kamu nggak pernah berpikir apa iya aku ini wanita baik-baik. Bisa saja kan kalau seandainya aku ini jalang yang dibuang saat ketahuan sedang hamil dengan orang lain."
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Pesona Janda Anak Satu

Pesona Janda Anak Satu

Perempuan malang itu bahkan bergetar hebat dengan linangan air mata. "Mbak ngga apa-apa?" tanya Aldo cemas, ia mulai mendekati dan mengambil jilbab Laila yang tidak jauh dari kakinya. "Ini Mbak," sodor Aldo dengan hati-hati, ia sangat yakin wanita yang di depannya terguncang hebat. Laila mengambil jilbab itu dan langsung memakainya, meski susah payah memakai jilbab itu tetap saja getaran hebat ditubuhnya tidak juga menghilang.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Berawal dari Taruhan, Berakhir Dipinang CEO Tampan

Berawal dari Taruhan, Berakhir Dipinang CEO Tampan

Ia yakin, mata itu tak berbohong walau sebentar. Betapa terkejutnya Jendra saat bayangan akan kedua mata kelam milik sopir ojek online semalam, berubah menjadi sosok yang beberapa hari silam membuatnya baik pitam. Mata yang hampir serupa dengan sosok yang dimakinya usai melihatnya mengiba. Ia menghela napas panjang, terlebih saat mengingat taruhan keduanya. "Jika aku kalah, bukan hanya rumah seni yang kudirikan bersama seniman senior yang akan malu, tetapi juga harga diriku yang akan runtuh. Sial. Bisa-bisanya aku taruhan dengan perempuan seperti dia."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Mamat mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan sok kuasa. Kesempatan ini benar-benar sekali seumur hidup. Terakhir kali, Mawar berhasil melarikan diri. Kali ini, dia pasti akan meniduri Mawar. Janda cantik ini, dengan tubuh berbentuk S, montok di depan dan belakang, membuat pria mana pun ngiler hanya dengan melihatnya. Mamat merasa wajib memanfaatkan kesempatan ini.
8.539.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Tak seorang pun keluar. Saat itulah Rangga baru menyadari, mungkin Vanya benar-benar marah. Sarah yang melihat kegelisahan Rangga berucap lembut, “Wanita paling mengerti wanita. Rangga, masalah sebesar apa pun, kalau suami sendiri yang membujuk, pasti akan reda. Cepatlah pulang, jangan sampai melewatkan jam keberuntungan.”
28.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 588 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Duda Tampan

Terjerat Pesona Duda Tampan

"Pria seperti Pak Reynard itu ibarat madu. Dan janda muda seperti kamu... ya, tahu sendirilah bagaimana pandangan orang-orang di luar sana kalau ada janda yang mendadak betah berduaan di dalam rumah seorang duda." Kata-kata janda yang diucapkan dengan nada begitu merendahkan dan berulang-ulang membuat Alina benar-benar merasa bingung, sesak, dan terpojok di atas bangkunya sendiri. Matanya mulai terasa panas, namun ia sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh di depan wanita-wanita berhati busuk ini.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Antara Gadis atau Janda

Antara Gadis atau Janda

Aku menoleh untuk melihat. Ternyata gadis ini sedang menonton sebuah video. Orang di dalam video itu tidak lain adalah teman kosnya yang lain, si janda, Rose. Rose sedang berbaring di atas tempat tidur di kamarnya, membelakangi kamera ponsel sambil memegang sebuah benda panjang dengan tatapan penuh gairah. Kaus kaki sutra hitam yang dia kenakan sudah melorot setengah, memperlihatkan lekuk tubuh bagian belakangnya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai air mata seorang janda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status