Selubung Memori
Jadi, semestinya aku tahu bahwa sejak itu sebenarnya Aza mulai menerima kepergian Nenek, dan bersiap atas kematiannya yang bisa terjadi kapan saja.
Bedanya untuk Aza, penyakit ini berulang kali menghancurkan Aza, tetapi juga berulang kali gagal merenggut nyawanya. Kupikirkan itu karena Aza memiliki sistem kekebalan tubuh yang keras kepala. Namun, ketika itu terjadi berulang kali, aku sudah punya gagasan bahwa Aza hanya orang aneh yang kondisinya sulit bisa dijelaskan dengan cara normal, kecuali dia memang ingin mati. Jadi, setelah Aza berhasil berulang kali membuat keajaiban, kuputuskan tidak memikirkan banyak hal dan menganggap nyawa Aza tak akan kalah semudah itu. Saat aku memikirkan gagas
Bab Populer