Takdir Yang Tertunda
Aku marah, kesal, benci dan ingin teriak, ingin kabur dan lari, melepaskan diri dari cengkramannya.
Perasaan sakit, hancur bahkan jijik memenuhi ruang hati dan pikiranku. Tapi semua itu musnah dalam sekejab hanya dengan kata, "aku masih mencintainya."
Akhirnya, aku menyerah. Kubiarkan saja dia melakukan semua yang dia mau. Hanya buliran bening itu yang semakin deras menetes ke pipi tirusku. Dan itu mulai menyadarkan dia, di hapusnya air mata itu dengan bibirnya. Di setiap air mataku di hisapnya dengan bibir simetrisnya.
ตอนยอดนิยม