Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir
Miarosasurat cinta untuk calon suamikusurat cinta untuk suamikutertutup sudah pintu hatikupanggilan sayang ke suami
Tanganku sedikit gemetar saat menuliskan satu kalimat terakhir di atas kertas kecil yang kuselipkan di samping amplop itu.
"Maaf karena akhirnya aku menyerah, tapi aku juga berterima kasih karena pernah mencoba."
Kupandangi meja makan untuk terakhir kalinya. Tak ada yang berubah, kecuali aku. Langkahku menuju pintu terasa ringan dan berat dalam waktu yang bersamaan. Rasanya seperti melepaskan beban, tapi juga seperti meninggalkan bagian dari diriku sendiri.