Fire of Deceit
Keningnya nampak berkerut samar.
Aku berdecih. Menunggu katanya? Butuh berapa lama bagiku untuk menunggu? Aku sudah mencoba menunggu dan bersabar sebisaku. Dan aku telah tersakiti terlalu lama.
"Tapi aku sudah menyerah Jay, aku sudah muak dengan semua itu. Manusia punya titik dimana mereka harus berhenti berusaha. Titik dimana mereka tahu harus menyerah, berhenti dan melepaskan segalanya. Dan aku sudah sampai pada titik itu. Aku menyerah. Kau ingin aku mengerti posisimu, tapi apa kau mengerti posisiku? Tidakkan" amukku. Jay bukan pendebat. Ia hanya diam dan menyaksikan aku menumpahkan segalanya. Kenapa tidak coba hentikan aku?
인기 회차