KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Khai, bagaimana kalau kita pacaran saja?“
Air sontak terbatuk mendengarnya. Dengan cepat Aric berpindah ke sampingku, mengusap-usap punggung ini dengan lembut.
“Hati-hati dong,“ katanya.
“Nggak waras kamu, Ric!“ umpatku.
Aric langsung sigap mengambil tisu. Mengusapkannya ke wajahku.
“Aku serius, Khai. Kupikir itu cara membalas suamimu. Biar dia tau gimana rasanya dikhianati,“ katanya. Membuatku teringat pada perkataan Meera. Dulu, dia mengatakan hal yang sama. Tapi otakku masih cukup waras untuk melakukannya.
“Aku masih waras, Ric. Kalau ada cara lain, kenapa harus memakai cara itu?“ balasku.
Hot Chapters