KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Bukan aku yang jagoan, Dokter. Tapi Abang. Kalau Abang nggak ngelindungin aku … aku pasti …“ ucapnya sambil menangis. Naira pun langsung mendekat. Memeluk putra bungsunya itu.
“Dokter, tolong Abang saya,“ lanjut Razka.
Aric terdiam sejenak. Dia memposisikan diri agar sejajar dengan Razka, lalu menggenggam tangan kecilnya. Naira pun lantas melangkah mundur. Membiarkan Aric berinteraksi dengan putranya.
“Abang kamu adalah anak yang sangat kuat. Dokter dan semua orang di sini sedang berusaha keras supaya abang kamu cepat sembuh. Razka juga harus kuat, ya? Abang pasti butuh doa dari kamu. Jadi, kamu harus terus doakan Abang.”
Razka mengangguk kecil, air matanya mulai mengalir.
“Aku janji, aku b
Hot Chapters