Terperangkap Dendam Bos Arogan
Tapi Aziya hanya membalasnya dengan senyuman geli, "Apa untungnya mengingat masa lalu, bikin sibuk di kepala. Soalnya masa depan adalah yang paling penting."
"Hahaha, jangan gitu, Zi. Aku nggak rela dilupakan mantan."
Aziya ikut tertawa. Ia selalu ingat bahwa Arkan adalah bagian hidupnya di masa lalu yang juga sulit untuk dilupakan. Selain humoris, Arkan juga sangat peka terhadap wanita.
"Aku yang heran, kamu masih saja humoris seperti dulu, apa hidupmu nggak ada problem?"
"Aku juga heran denganmu, Zi. Kita sudah lebih sepuluh tahun tak pernah ketemu, tapi rasanya belum ada yang berubah. Apa hidupmu sangat mulus, hah?"
Chapitres populaires