여기 aku tak mau bicara와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 aku tak mau bicara와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Romansa 및 Fantasi 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 SUAMI BERSAMA부터 시작해보세요!
“Baguslah kalau kamu tahu.”
“Aku ingin bicara banyak sebenernya tapi situasinya..... sepertinya lagi nggak nyaman, jadi lain kali saja kita ketemu lagi.”
“Aku rasa sudah nggak ada lagi yang perlu dibicarakan.”
“Itu kan menurut kamu Tar. Kita masih punya satu hal yang masih harus dibicarakan karena aku masih merasa belum tuntas aja.”
“Maaf tapi aku nggak ada waktu untuk membicarkan hal yang nggak penting.”
tanya Dion karena jika tidak suka Gara tidak akan se effort itu.
"Nggak tau." jawaban dari mereka berdua sangat tidak memuaskan. Percuma mereka mengobrol jika tidak ada keterbukaan satu sama lain.
Thanks guys
tanya Salwa cemas.
"Em ...." Kata-kata itu menggantung, ada keraguan untuk menyampaikan sebuah kejujuran. Namun diam saja tak akan menyelesaikan masalah.
"Aku tidak suka ikan, Salwa."
"Ya Allah, Mbak. Kenapa tidak bilang dari tadi?"
Aku hanya tersenyum malu.
"Mbak mau dipesankan apa?"
"Enggak, Sal. Mbak sudah gak pengen apa-apa. Kalau makan takutnya muntah lagi."
tanyaku agak sedikit malu.
"Iya, mau tahu dia itu ngomong apa sih?" Pak Pram penasaran, kalau aku justru tidak sama sekali.
"Kayaknya nggak perlu, Pak. Paling mau menjadi maki aku," timpalku menolak.
Tanyaku ragu-ragu.
"Mau apa?" Balasnya dengan nada terdengar begitu ketus.
"Ada yang mau aku bicarakan."
"Kalau kamu datang cuma untuk jemput aku, maaf aku tak mau!" Jawab Dista langsung penuh penegasan.
tanya stevie lagi
“Jangan ngangguk. Itu bakal bikin kepala kamu makin pusing” lanjut stevie
"Kamu beneran nggak mau cerita sama aku ?" Tanya stevie
"Aku.." Kata batara menggantungkan ucapannya.
"Aku cuman lagi ada masalah aja!" Lanjut batara
"Terus, kamu nggak mau bicarain masalah kamu sama aku ?" Tanya stevie lagi
“Engkau terlihat seperti sudah tahu apa yang ada di sana.”
“Aku tidak tahu,” jawab Bara pelan. “Tapi aku bisa merasakannya. Ada sesuatu… atau seseorang… yang ingin berbicara langsung denganku.”
Gerry langsung mengangkat tangan. “Kalau ‘berbicara’ maksudnya membuat kita mati, saya tolak.”
Kael mengusap wajahnya kasar. “Jangan mulai lagi. Kita sudah terlalu jauh.”
Ia terdiam, berjuang melawan perasaan yang mulai menggelora di dalam dirinya.
“Kalau memang sudah tidak ada lagi yang ingin Anda bicarakan, saya permisi,” pamit Raka dengan senyuman hangatnya. Sementara Lana terpaku di tempatnya sambil menatap punggung Raka yang semakin menjauh.
***
Raka bicara tanpa tertawa, wajahnya serius.
"Jangan memaksa. Dari pada berakibat buruk ke depannya," ucapku datar.
"Kalau nggak bisa jawab sekarang. Mbak nimbang-nimbang dulu, deh. Jangan langsung bilang tidak," tukasnya lagi.