ISTRI KONTRAK SANG CEO GALAK
Alya berdiri sejenak di ruang tamu, merasa kebingungan.
"Harusnya aku apa?" gumamnya dalam hati.
Perlahan, Alya berjalan menuju kamarnya, duduk di tepi ranjang. Tangan Alya meraba sekeliling kamar, merasakan kesepian yang mendalam.
"Ini semua demi ibu," bisiknya pada dirinya sendiri. "Aku harus kuat."
Di luar, hujan masih terus mengguyur.
Beberapa jam kemudian, keheningan kembali menyelimuti apartemen. Alya merasa sendirian, merasakan hampa yang mencekam. Ia berbaring di ranjang, menatap langit-langit kamar yang sepi.
Hot Chapters