Hari-hari Dimanjakan Paman
"Di sini nggak ada orang lain, siapa yang bisa salah paham?"
Pamela, "..."
Agam mengambil tisu untuk menyeka minyak di sudut mulutnya dengan lembut. "Katakan, siapa yang bisa salah paham? Hah?"
Pamela mengerutkan kening dan mendorong tangannya. "Ya, aku yang salah paham! Kalau Paman terus melakukan tindakan mesra seperti ini, pasti akan mudah membuat orang salah paham!"
Agam mengangkat dagunya lagi, lalu memalingkan wajahnya untuk bisa melihatnya dengan dekat, "Kalau bukan salah paham, aku berbuat seperti ini pasti karena menyukaimu, 'kan?"
Hot Chapters