Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dihamili Paman yang Mandul

Dihamili Paman yang Mandul

Shavira tersenyum manis. "Baguslah. Ya udah nggak apa-apa sayang nggak usah sedih, yang penting setelah ini nggak boleh diulangi lagi. Saya kasih resep untuk batuknya, obat yang kemarin diganti aja ya pak Kevin." "Iya dok." "Kalau perut dan punggungnya kencang, coba diurut pelan-pelan pakai olive oil atau minyak kayu putih, perlahan-lahan aja, kemarin saya sudah kasih contoh ya pak!"
1014.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 518 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

' gumam Bram, sebuah getaran hangat tiba-tiba hadir dalam hatinya. "Tidak, tidak boleh, aku tidak boleh mencintai orang lain kecuali Reina." kata Bram sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Beberapa saat kemudian, tampak Melati perlahan membuka matanya. "Mel, kamu sudah sadar?" "Mas Bram, aku dimana?" "Tenang saja Mel, kamu di rumah sakit, tadi kamu pingsan." "Kandunganku gimana Mas?"
104.9K viewsOn holdIdinagdag sa Library 117 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Andi menatap bulan di luar jendela, dan dia mengulurkan tangannya untuk meraihnya. Jelas, dia tergoda. "Oke, besok aku pesan tiket pesawat." Sebelum pergi, Andi mencubit dagu Steph, dan berkata dengan muram, "Kalau kamu berani permainkan aku, kubunuh kamu." Pada saat yang sama, di rumah keluarga Sheila di Veridia. Setelah menyelesaikan kelas online, Sheila berbaring dengan nyaman di kursi rotan di balkon, memanggang ubi di kompor kecil dengan santai.
36.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

Malam Itu Hujan turun tipis. Udara terasa lembab. Lampu-lampu jalan terlihat redup di balik kaca. Freya membungkuk, satu tangan memegang ujung meja, satu tangan menekan perutnya yang seperti diremas dari dalam. > “Ah—” Sebuah erangan kecil lolos. Tidak keras, tapi jelas penuh rasa sakit.
820 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Kau semakin menggemaskan.” Amel tertawa kecil. “Aku tidak sedang cantik. Aku belum mandi, tidak memakai make up dan pasti wajahku pucat.” “Hm memang benar.” Andres yang langsung setuju membuat Amel melotot. “Oh…” Amel mengangguk-anggukan kepala. “Tidak-tidak.” Andres tertawa pelan. “Memang benar mungkin itu penglihatan orang lain. Tapi—bagiku, kau tetap cantik.”
9.590.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Dipaksa Menikahi Pangeran Kejam

Dipaksa Menikahi Pangeran Kejam

“Kau bisa saja menahan cairan itu dengan lidahmu.” Mendengar Rion yang tampak kurang puas dengan cara pembuktiannya, Amanda kembali memeras kain kemerahan itu dan meneteskan ke matanya, tak lupa ia juga meneguk sedikit cairan merah di cawan yang berada di atas meja.
9.8686.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 26.8K Beses bilang amandel memerah
Ipakita ang mga Review (133)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Basahin ang Lahat ng Review
Mandi Keramas Setiap Pagi

Mandi Keramas Setiap Pagi

tanya Asty, penuh selidik. Reflek Vina memegangi lehernya. "Oh ini, anu. Aku alergi krim, Kak. Tapi udah nggak apa-apa kok, nanti juga sembuh." Asty terdiam sejenak, benaknya berpikir keras, ia sering memergoki suaminya setiap pagi mandi keramas, dan sekarang Asty juga menemukan tanda merah di leher adiknya. Dan ini untuk yang ketiga kalinya, apa mungkin Vina dan Evan melakukan ... ah, rasanya tidak mungkin. Asty mencoba untuk membuang pikiran kotornya.
1019.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 494 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
SUAMIKU MANTAN GENGSTER

SUAMIKU MANTAN GENGSTER

ia bergumam lirih, “yang ribet nanti gue juga.” *** Kembali ke kamar Amel... Ia akhirnya bangkit dari kasur, berjalan menuju cermin. Sosok yang memandang balik kepadanya tampak… berbeda. Pipi merah. Mata sedikit berair. Bibirnya… Ia menyentuh bibir itu dengan ujung jari, teringat tatapan Alex yang menurun ke bibirnya tadi. Amel buru-buru mengusap wajahnya dan menggeleng kuat-kuat. “Nggak boleh,” katanya, hampir frustasi. "Aku nggak boleh berpikir yang aneh-aneh.”
101.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 38 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

tanya Amanda yang ditarik masuk, dia menutupi kedua matanya dengan kedua tangan. “Buka aja matanya gak usah malu-malu, udah sering liat kan!” goda Jeremy pada Amanda yang tiba-tiba jadi pemalu, sejak kapan Manda melewatkan tubuh sexy Jeremy, biasanya suka liat pria itu telanjang. “Ish. Kamu abis mandi ya? Tega biarin aku di bawah sendirian.” Manda menyilangkan tangan sambil membuang muka, tidak mau melihat Jeremy.
1022.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 552 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Bukan Jodoh Pilihan

Bukan Jodoh Pilihan

Aku sengaja menunjuk perutku. Terlihat sekali muka Amanda berubah menjadi merah. Rasakan! Aku bersorak dalam hati. Kamu salah nyari lawan wahai ulat bulu. “Hem iya, lumayan lama juga ya dikasihnya.” “Iya.”
1033.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status