Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Amanda bersandar lemah di ranjang, suaranya serak, "Dokter, aku sudah minum obat. Kenapa malah semakin parah?" Dokter tampak terkejut, lalu bertanya, "Obat apa yang kamu minum?" Amanda mengeluarkan botol kecil dari sakunya dan menyerahkannya pada dokter, "Obat anti radang dari pacarku." Dokter membuka botol itu dan wajahnya langsung berubah serius, "Ini bukan obat anti radang. Botolnya memang botol obat anti radang, tapi isinya cuma permen, tidak punya efek apa-apa. Justru bisa membahayakan karena bikin kamu terlambat ditangani."
8.4164.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

"Aku nggak kayak kamu yang ... kurang daya tarik, masa sudah tiga tahun baru bawa pulang satu aja." "Kalau aku ...." Dia memanjangkan nadanya bagaikan peri yang sedang mempermainkan dunia. "Barisan orang yang mengejarku itu panjangnya bisa dari Vila Keluarga Tamara sampai ke Pares. Benar-benar deh, nggak sanggup kalau harus dibawa ke rumah semua." "Tania!" Rendy membentak dengan wajah pucat pasi sambil menggebrak meja dengan keras.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

Pria yang selalu ingin dia hancurkan, ternyata menyimpan hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Andreas. Andreas berdiri dengan cepat. Matanya memerah, rahangnya mengeras, dan amarah mulai mendidih dalam dirinya. Tanpa berpikir panjang, ia meraih vas bunga kristal di meja dekat tempat tidur, lalu melemparkannya dengan sekuat tenaga ke arah cermin rias di depannya. PRANGGG!!! Pecahan kaca berserakan ke seluruh lantai, memantulkan cahaya lampu kamar yang remang.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Aamiin . "Makasih, Du. Tau aja kalau aku butuh minum." Aku berucap sambil menekankan nada bicaraku. Semoga aja, si Dudu paham, kalau aku sedang kesal padanya. Tapi, bukannya menyadario, si Dudu ini malah tersenyum lebar, hingga memperlihgatkan deretan giginya yang berantakan. "Iya dong! Dudu ...."
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Cobaan apa lagi ini? “Iya, cantik, sih, tapi mandul!” “Pantas jadi janda, nggak bisa kasih anak.” Thalisa menghentikan langkah kakinya, matanya terpejam sejenak untuk menetralkan rasa amarahnya. Tangannya menggenggam tas yang ia sampirkan di bahu dengan kuat. “Tenang, Thalisa, hal ini sudah biasa terjadi sewaktu di kampung. Jangan terbawa emosi, kendalikan amarah agar tidak terpancing.” Begitulah batin Thalisa berkata.
9.88.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Ia bahkan tidak berusah-payah untuk melepas kaos kakinya yang kotor berwarna kecokelatan. Aroma kamar berubah menjadi bau matahari dan keringat yang menyengat. Tanpa kata Anael mematikan AC lalu membuka jendela yang ada di hadapannya. Berusaha mengurangi bau yang membuat hidung mengernyit itu. “Menang apa?” Anael tanpa mengangkat wajahnya dari soal yang tengah ia kerjakan. “Menang Lomba Masak! Bahkan lawannya tidak sebanding dengannya.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Rona merah di pipinya bukan lagi karena demam atau tangis, tapi karena kepuasan yang alami. “Masih pegal?” tanyaku lembut sambil duduk di sampingnya. Amanda mengangguk pelan, memijat betisnya sendiri. “Sedikit. Kakiku gemetar, Rey. Kamu semangat banget tadi.” Aku terkekeh pelan. “Salah sendiri siapa yang mancing duluan?” Teringat sesuatu, aku bangkit dan berjalan menuju meja rias. Aku membuka laci paling bawah, mengambil sebuah botol kaca kecil berisi cairan kekuningan.
9.8196.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai amandel memerah
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Teguh Imam
sebenernya bagus sih crita awalnya karena kesetiaan kepada Amanda istri sahnya tp semakin lama critanya menyimpang dari seharusnya..ayah mertua yg seharusnya melindunginya malah menggagahi Amanda menantunya sendiri,sedangkan Rey suaminya malah selingkuh..aku harap Rey bisa berubah tetap pada Amanda
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

MEMBESARKAN BENIH MANDOR BERSAMA SUAMIKU

Handoko berceloteh “Awas diabetes.” Celetuk Mala yang sudah mengosongkan piringnya. “Kamu doakan aku penyakitan?” “Bercanda! Pak mandor. Kolot sih! Begitu saja nggak paham,” ejek Mala “Kolot begini, kamu sampai bisa lemas ‘kan?” bisik Handoko.
10759 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Wandi melirik ke arah Ridwan yang daritadi memperhatikan dengan wajah pasrah. Melihat wajah Ridwan yang seperti itu, Wandi merasa menang. Ia lalu menumpuk kedua tangannya di atas punggung tangan Lili. Wandi kemudian menggerak-gerakkan tangan Lili di atas pipinya. “Acara selanjutnya adalah peragaan cara cuci muka yang benar,” ucap Wandi yang meninggikan suara dengan bibir yang beradu tidak karuan karena ditekan oleh kedua tangan.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai amandel memerah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status