Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Kuketuk pintu kamar mandi. "Mandi dulu, jangan terburu-buru, Belanda masih jauh! Silahkan marah. Kamu semakin tampan kalau marah jadi marahmu itu canduku!" teriak Bella. Senyum tersungging di bibirku saat kudengar penuturan Bella yang menggelikan.
1065.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

Ia memilih menu termurah yang hanya terdiri dari menu pecel lele, sambal super pedas, dan es teh dua. Dan itu… adalah keputusan fatal. “Permisi, sambelnya boleh nambah, nggak?” tanya Amanda polos sambil senyum sopan ke ibu kantin. Ibu kantin mengangguk. Amanda dengan semangat 45 menuangkan sambal satu sendok penuh ke piringnya. Tiga suap kemudian... “Agh! Ap– apa ini lava Gunung Semeru?” teriak Amanda, lidahnya panas, wajahnya merah, air mata tumpah tanpa izin. “Kenapa rasa sambel ini? Pedes banget!”
1051.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang amandel memerah
Ipakita ang mga Review (15)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Piemar
Halo, My Lovely Goodreaders, selamat datang di kisah Andini & Dewa ya.. semoga terhibur dengan ceritanya. Kali ini ceritanya tidak melulu tegang, emosional tapi ada humor yang bikin cerita makin seru.
Basahin ang Lahat ng Review
I Love You, Mr. Devil!

I Love You, Mr. Devil!

Seru Amanda yang terlihat berbinar-binar menatap panggangan. Max terkekeh pelan. "Masih belum matang, Amanda. Tunggulah sepuluh menit lagi," ucapnya sambil melepaskan celemek putih dari tubuhnya lalu melipatnya dan meletakkannya di atas kursi.
1011.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 230 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Menaklukkan Duda Dingin

Menaklukkan Duda Dingin

“Hentikan omong kosongmu!” Sebelum Amber sempat menyangkal, Adam mengangkat telunjuk di depan mukanya. “Astaga! Pipimu merah sekali!” Terkejut, sang wanita spontan menutupi bukti. “Tidak. Kau salah lihat.” “Kau tahu? Ini bukan kali pertama aku melihat pipimu memerah,” tutur Adam sembari menyipitkan mata. “Setiap kali aku menyentuhmu atau mengecup bibirmu, kau berubah menjadi kepiting rebus.”
1053.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Nafkah Batin Basi

Nafkah Batin Basi

“Iya, begitu! Tapi bukan Mamak yang artinya aku ini Ibu! Tapi Mamak mertualah, iyakan, hehehehe ….” “Iiii … iya …! Hehehehe ….” Anwar ikut tertawa Amelia spontan menoleh ke arah Andre. Pria itu mengangguk seraya mengulum senyum. Terpaksa Amelia juga ikut tersenyum. ‘Semoga wanita ini hanya bercanda, tidak ada maksud lain.’ Begitu Doanya. “Ini kam terima, ya! Sebagai buah tangan pulang ke Medan. Kenang-kenangan dari Mamak.” Nilam menyerahkan sepotong kain berwarna merah.
10100.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.8K Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Jatuh Cinta Kepada Duda Tampan

Jatuh Cinta Kepada Duda Tampan

tanyanya dengan puppy eye, dijawab dengan gelengan kepala. “Gak boleh, Amanda. Nanti kamu sakit perut, aku lagi yang diomelin sama Papih kamu.” Amanda mengulum bibirnya, “Aku mau itu padahal.” Andhira yang bingung menatap Darwis, dan sahabatnya itu menggeleng, menandakan tidak mengijinkan. Andhira mengangguk mengerti, “Aku beliin aja ya? Pake kecap doang tapinya.”
9.919.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 582 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

malah ada Angga yang begitu akrab dengan Shadam dan juga Daejung. Amanda mengeram frustrasi, mengusap wajahnya dengan kasar dan menarik napas dalam sebanyak-banyaknya. Setelah merasa cukup membaik, dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya yang sangat berantakan itu. Amanda melangkah menuju dapur untuk mengambil beberapa es batu di dalam kulkas guna mengompres matanya supaya tidak terlihat semakin sembab.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 155 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Ammara (antara dendam dan air mata)

Ammara (antara dendam dan air mata)

ujar Andra yang kembali memasuki ruangan perawatan Ammara Andra yang kemudian melihat Ammara sedang menangis mencoba menenangkannya. “Kamu tenang dulu ya Ammara? Nanti setelah kamu bisa duduk saya akan jelaskan semua” ujar Andra seraya menatap Ammara “kenapa kamu ada di sini?” “saya yang kemarin menolong kamu sewaktu jadi korban tabrak lari, saya Andra, kita dulu pernah satu tim sewaktu asian games thailand, mungkin kamu nggak kenal saya karena saya nggak menang dulu, beda sama kamu yang memang bunga mawar putih di tim silat dulu” ujar Andra sambil tersenyum
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

Sania menampar Amalia dihadapan banyak orang. "Dasar wanita tidak tahu diri, kamu ingin merebut Frans dariku? Kamu tidak akan bisa." teriak Sania marah. Amalia memegangi pipinya yang sakit akibat tamparan dari Sania. Frans tampak marah sekali melihat perlu Sania yang menampar Amalia didepan umum. "Sania, jangan buat saya malu, pulang sana," teriak Frans.
1010.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 425 Beses bilang amandel memerah
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status