Mencuri Calon Suami Adikku
“Tidak akan ada yang bisa mengejar saat aku menyembunyikanmu, Rain
Bisikan itu sangat empuk, tidak dihembuskan di depan telinga Suri, tapi cukup untuk mendirus kehangatan pada permukaan kulitnya.
Menggoda—bukan nafsunya, tapi ambisi. Suri penuh oleh ambisi saat ini. Meski kemungkinan masa depannya gelap, tapi ambisi Suri terus menyala sangat terang—panas dan bergolak.
“Kau bisa memandang pohon apapun… atau menatap matahari kapanpun.”
Bisikan lain, lebih merdu bahkan. Menggoda Suri dengan bayangan yang lebih indah dari sebelumnya.
Gejolak ambisi yang panas itu masih ada, dan siap melejit. Namun, lawannya kali ini bukan panas yang lain, malah hembusan kesejukan. Meniup gelegak mendidih yang me
Hot Chapters