Ahli Waris
“Cinta, sudah! Jangan marah. Yang penting kita ini bisa tahu dan sampai. Percuma kau marah, dia ndak bakalan ngerti apa yang akan kita ucapkan.”
Aku memberikan beberapa lembar uang membayarnya. “Ti amo,” kataku, dan dia mengernyit menggelengkan kepalanya. Cinta menarik pundakku dan menggeleng.
“Suamiku, kenapa kau mengatakan ti amo? Apa kau mengetahui artinya?” Aku diam dan menatap Cinta. “Iya, aku tadi mendengar orang mengatakan ti amo, dan aku melihat dia setelah menerima makanan dari seseorang. Aku pikir itu artinya terima kasih,” jelasku malah membuat Cinta menepuk jidatnya.
Hot Chapters