Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anara

Anara

Kedua temannya mengangguk-angguk, dan tidak komplain lagi. Merasa, bukti yang dicari sudah cukup, Bara pun turun dari pohon dengan perlahan, lalu mengendap-endap keluar dari pekarangan rumah itu. Dia bisa bernafas lega, setelah berada di pinggir jalan raya. Sebelum menyalakan mesin motor, Bara mengirim pesan chat kepada Anara, menanyakan keadaan cewek itu. [Udah tidur?]
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

timpal Anthony. Sean pun tersenyum, dia mengacungkan dua jempolnya untuk menanggapi perkataan Anthony. Mereka sudah menyelesaikan sebagiannya, lalu mereka memutuskan untuk meneruskannya lagi besok. “Ton, main yuks? Selama disini aku belum jalan-jalan ke tempat pariwisata yang bagus,” ajak Sean. “Sama saja, Sean. Aku pun begitu, tapi disini ada danau yang katanya hawanya mirip di puncak. Aku juga pengen main kesana,” beber Anthony.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Mereka segera berbalik arah menuju ke barat daya untuk memastikan keadaan di sana sebab panglima perang ataupun kepala keamanan tidak memiliki orang yang bisa dihubungi di sana. Suara dentuman demi dentuman dari arah barat terus terdengar, beberapa kali pasukan bahkan harus berhenti saat dampak dahsyat dari pertarungan Satria melawan Tiagram dan Antarius mereka rasakan. Beberapa kali juga panglima perang menenangkan pasukan yang cemas karena kerasnya suara dentuman dan dampaknya yang begitu kuat. ‘Bhaammrrrr’ ‘Dhoommrrr’
9.626.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Bara mendorong payung itu kembali, matanya fokus menatap wajah seseorang itu yang ternyata seorang gadis kecilkecil bertubuh gemuk. Bara tersenyum dibalik hujan yang begitu deras. "Pulanglah, nanti kau sakit," ucap Bara sebelum ia berlari melawan guyuran hujan. "Tapi hujannya semakin deras!" Anak gadis itu berteriak keras hingga membuat langkah Bara terhenti. "Sebentar lagi magrib. Kata Umi, seorang anak kecil enggak boleh keluyuran saat menjelang magrib nanti dibawa sama..." Anak gadis itu membekap mulutnya sendiri. Terdiam.
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 942 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status