Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Epilog Arc: Langkah Menuju Barat Dengan lumpuhnya dua faksi besar tersebut, Lembah Naga Kehampaan kini menjadi zona aman pertama di dunia yang terkontaminasi. Kaelan menoleh ke arah Barat, di mana matahari mulai terbenam dengan warna merah yang indah. "Satu pilar aktif. Masih ada dua pilar lagi," gumam Kaelan. "Di mana pilar berikutnya, Tuan?" tanya Liam.
626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

Bab 273: Romansa Pahit Tepian Inderapura Hekal mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Beberapa kendaraan yang lajunya lebih kencang, melintas di sisi kanannya. Kali ini angin bertiup dari arah utara. Sementara matahari yang mulai redupkan sinarnya tampak bertengger di kaki langit barat yang masih cerah nan menyilaukan.
9.447.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai angin barat
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Jawab temannya. “Semoga yang terbaik akan menjadi milik kita semua.” Angin malam tertiup dari arah barat laut, mendinginkan setiap manusia tanpa ampunan. Mereka mengumpak di balik tebal bajunya. Berirama, adalah pajangan hidup selama tahunan menjadi anak buah.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Di Balik Akad Rahasia

Di Balik Akad Rahasia

Angin Barat yang terkenal ganas bertiup dari arah samudra, membawa awan hitam pekat yang menggulung langit sejak sore hari. Tepat pukul delapan malam, hujan badai langsung menghantam desa nelayan tempat Arini tinggal. Suara gemuruh air yang jatuh di atas atap seng paviliun terdengar seperti rentetan tembakan senapan mesin. Angin kencang membuat pepohonan kelapa di sekitar pantai meliuk eksternal, menimbulkan suara desau yang mengerikan. Pet.
487 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

Dalam diam itu, ketiganya larut dalam pikiran masing-masing, tentang perjalanan yang belum usai, dan dunia bawah yang kini menunggu mereka dengan misteri yang tak tertebak. Setelah perutnya kenyang, Satria berjalan mendekati kedua rekannya yang tengah berbincang di sisi api unggun. Suara langkah kakinya yang berat terdengar di sela desir angin malam. “Jadi, orang barat ya…” katanya membuka percakapan, sambil menguap kecil. “Setahuku, ada semacam dinding tak kasat mata yang memisahkan wilayah timur dan barat. Tak ada satu pun yang bisa menembusnya, bukan?”
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Langit sore itu mulai meredup. Matahari berusaha menembus awan tebal, namun cahayanya kalah oleh mendung kelabu yang menggantung di atas kota. Angin bertiup kencang, membawa hawa dingin yang menusuk dan membuat Gracya merapatkan jaketnya lebih erat. Langkahnya perlahan menyusuri trotoar menuju kampus, sambil sesekali menggenggam saku celana di mana lonceng kecil berdiam tanpa suara. Benda ini, yang pagi tadi ia temukan dalam genggamannya saat bangun tidur, kini menjadi beban yang ia bawa dengan berat hati.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Wulan melambaikan tangan, lalu menarik koper dan naik taksi menuju bandara. Satu jam kemudian, di gerbang bandara, sahabatnya, Angel Sunarta, memeluk Wulan erat-erat dengan enggan berpisah. “Wulan, kalau kau udah pergi, jangan pernah kembali lagi.” “Hiduplah dengan baik di luar negeri. Jangan pernah pedulikan si bajingan Jordan itu seumur hidupmu!” Mata Wulan memerah. Ia memeluk Angel erat, lalu menatap kota Linkin yang berdiri di kejauhan. Perlahan, dagunya terangkat sedikit, sorot matanya penuh keteguhan.
8.944.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

katanya tanpa basa-basi. Melinda meletakkan cangkir tehnya di atas meja. "Minggu depan saya harus berangkat ke Malaysia. Menurut saya, semakin cepat semuanya diselesaikan, akan semakin baik." Pak Wibowo memandang wanita itu dengan sorot mata sendu. Sesaat kemudian, ia mengalihkan pandangannya kepada putrinya. "Ada apa, Pak? Bu?" tanya Kanaya bingung.
10309 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

timpal Anthony. Sean pun tersenyum, dia mengacungkan dua jempolnya untuk menanggapi perkataan Anthony. Mereka sudah menyelesaikan sebagiannya, lalu mereka memutuskan untuk meneruskannya lagi besok. “Ton, main yuks? Selama disini aku belum jalan-jalan ke tempat pariwisata yang bagus,” ajak Sean. “Sama saja, Sean. Aku pun begitu, tapi disini ada danau yang katanya hawanya mirip di puncak. Aku juga pengen main kesana,” beber Anthony.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Bara mendorong payung itu kembali, matanya fokus menatap wajah seseorang itu yang ternyata seorang gadis kecilkecil bertubuh gemuk. Bara tersenyum dibalik hujan yang begitu deras. "Pulanglah, nanti kau sakit," ucap Bara sebelum ia berlari melawan guyuran hujan. "Tapi hujannya semakin deras!" Anak gadis itu berteriak keras hingga membuat langkah Bara terhenti. "Sebentar lagi magrib. Kata Umi, seorang anak kecil enggak boleh keluyuran saat menjelang magrib nanti dibawa sama..." Anak gadis itu membekap mulutnya sendiri. Terdiam.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 953 kali sebagai angin barat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status