Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

Suara malam, desir angin, dedaunan jatuh, dan lenguhan jauh binatang liar terdengar begitu tajam bagi siapa pun yang diam cukup lama. Liliya, mengenakan jaket tebal berwarna hijau gelap, terbaring di atas selembar tikar berkamuflase. Di sampingnya, Igor duduk dengan posisi setengah jongkok, tangan kirinya menunjuk ke arah lereng kecil sekitar lima puluh meter di depan mereka. “Liliya,” bisiknya pelan. “Angin berhembus dari arah barat laut. Itu akan membawa bau kita ke arah timur. Pastikan posisi bidikanmu sesuai.”
101.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 33 Beses bilang angin barat
Read
+Library
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Sebagaimana yang tertuang pada salah satu lembaran-lembaran buku lainnya yang berbunyi: Mata angin Barat adalah di mana sinar kemerahan terbit. Mata angin Timur adalah di mana sinar kebiruan terbit. Mata angin Selatan adalah di mana sinar kehijauan terbit. Mata angin Utara adalah di mana sinar pingai terbit. Mata angin Timur Laut adalah di mana sinar keunguan terbit. Mata angin Barat Laut adalah di mana sinar kecokelatan terbit.
1019.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 576 Beses bilang angin barat
Ipakita ang mga Review (6)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Basahin ang Lahat ng Review
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Nazar memelototinya, lalu berkata kepada Ewan, "Bocah, dengarkan aku. Arah barat pasti ada hasil." "Terserah." Ewan sama sekali tidak berharap apa-apa. Dia sudah tahu kemampuan Nazar dalam meramal. Dari sepuluh tebakan, sembilan salah, satu lagi hanya kebetulan. Saat melihat Ewan setuju, Nazar melambaikan tangannya. "Berangkat! Kita menuju barat!" Menuju barat? Otak Ewan tiba-tiba teringat sebuah film dengan judul yang sama. Di dalamnya, pemeran wanitanya .... Hmm, cukup besar!
9.51.1M viewsOngoingIdinagdag sa Library 27.2K Beses bilang angin barat
Read
+Library
DENDAM CINTA MASA LALU

DENDAM CINTA MASA LALU

BAB 19 BELAJAR BERSAMA ARON LOGHAN Langit Monte Carlo siang itu begitu sempurna. Biru bersih seperti kanvas tak tersentuh, dihiasi semburat awan tipis yang menggantung indah. Angin laut menghembus lembut dari arah selatan, membawa aroma asin yang bercampur harum dari marina elit tempat yacht mewah bersandar dalam formasi rapi.
1054.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang angin barat
Ipakita ang mga Review (30)
Read
+Library
Jemyadam
Terimakasih buat teman-teman pembaca yang sudah setia ngikutin semua ceritaku. LUV U PULLL buat kalian semua. Cerita ini sudah tamat. Maaf kalau aku gak bisa balas komen pembaca satu-persatu. Untuk cerita selanjutnya bisa ikuti infonya di 1G JEMYADAM8. Buat pertanyaan silahkan DM, ya... ^•^
intan
gimana ya... babang aron sedang terjebak dgn kelakuannya sendiri... gak nunjukin bini ntar si lampir makin kepedean dan ngejar² kek setan, tapi kalo nunjukin bini bakal lebih hororr dari pada dikejar setan awokawok jadi kasian aku sama kau bang hak hak hak............
Basahin ang Lahat ng Review
Pengantin Pengganti Revano

Pengantin Pengganti Revano

Ia menggenggam tangan Rania. “Aku ingin jatuh cinta padamu setiap hari.” Kata-kata itu membuat dada Rania hangat. Namun di sudut matanya, ia melihat Bima berbicara lewat alat komunikasi, suaranya rendah tapi tegang. “Zona barat steril. Tidak ada pergerakan.” Revano melirik sekilas. Wajahnya berubah sepersekian detik. Lalu kembali tersenyum ke Rania.
101.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 51 Beses bilang angin barat
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Zareth tertawa kecil. “Itu hampir pasti.” Sunyi. Pelangi menggenggam tangan Aruna. “Di mana?” Aruna menatap ke arah barat. Jauh. “Di sana.” Ia berkata pelan. Bagas menyilangkan tangan. “Seberapa jauh?” Aruna menarik napas dalam. “Cukup jauh untuk tidak langsung berdampak…” Ia berkata.
853 viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang angin barat
Read
+Library
Raja Hantu Kegelapan

Raja Hantu Kegelapan

Dia mencondongkan tubuhnya ke arah depan, berusaha untuk melihat sesuatu yang mengapung di kejauhan. "Ck, jaraknya terlalu jauh untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas," dia mendecakkan lidahnya tanpa sadar karena kekesalan. Karena merasa usahanya sia-sia, dia memilih untuk menunggu sesuatu yang mengapung itu mendekati kapalnya. Karena saat ini angin sedang bergerak dari arah barat ke timur, dan sesuatu yang mengapung itu pasti mengikuti ombak.
197 viewsOngoingIdinagdag sa Library 4 Beses bilang angin barat
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Aku ni datang atas namo Asman lah, Mat. Macam mano menurut engkau, jika aku melamar Era untuk Asman?” Aku semakin khusuk menguping pembicaraan dua lelaki itu. Aku ingin tahu, apa jawaban Bah. “Eh, maaf, Tengku. Tapi aku nak menyekolahkan Era di kota, bulan Agustus nanti aku anto (antar) dio ke kota.”
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 256 Beses bilang angin barat
Read
+Library
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Karena itu ia harus selalu bertanya jika Awan sedang menyebut seseorang. “Sepupuku? Nathan(*). Dia kerja di bagian konsultan juga sepertiku--dulu. Beberapa hari yang lalu dia meneleponku untuk menanyakan kira-kira tempat mana yang bagus untuk melamar kekasihnya di Tokyo,” jawab Awan. “Wow, dia akan menikah dengan orang Jepang?” Seno takjub. “Wanitanya tinggal di Jepang. Tapi sebenarnya dia blasteran.”
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 107 Beses bilang angin barat
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status