Lady Bug
Lemas Anjas menghela napas, bersandar pada sandaran kursi sambil memijat kedua kening.
"Ini bocah niat buat novel apa niat buat kepalaku pusing, sih?"
Tiba-tiba getaran hp dalam saku celana membuatnya sadar. Anjas mengecek benda buatan korea berwarna hitam itu. Di layar terpampang nomor yang sangat dikenal. Segera dia menolak telepon itu. Belum juga benda hp kembali ke saku celana, nomor yang sama menelepon lagi. Untuk kedua kali ia menolak, kali ini matikan hp supaya tak diganggu oleh nomor tersebut.