Berpisah Untuk Bersatu
"Ya itu … Aku nggak mau menyakiti anak-anak, Jeng. Kalau kami berpisah pasti mereka sakit banget, luka banget dan aku nggak mau itu terjadi. Lebih baik aku yang berdarah-darah asalkan mereka tetap bahagia, Jeng. Ya, walaupun sekarang kebahagiaan it---"
"Nah, itulah kenapa aku bilang gitu tadi lho, Yung. Kasihan juga kan anak-anak kalau ayahnya kayak gitu?"
"Eh, emmmhhh?"
"Sorry …?"
Sampai di sini, perbincangan kami terhenti secara alami. Ajeng memeriksa ponselnya sedangkan aku masih termangu memikirkan Mas Tyas. OK, fine. Bisa saja dia menikahi Sari tapi bukan berarti kami sudah bukan suami isteri lagi, kan? Dia tidak mengatakan apa pun padaku waktu itu, di hari pernikahannya. Hanya diam de
Hot Chapters