Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Mei agak membungkuk lalu memasang senyum paling manis. Amran membalas senyum sembari mengambil jas dari tangan Mei. Sejak pertama kali berkenalan, Amran selalu ikut menarik kedua sudut bibirnya ke atas jika perempuan itu tersenyum. Senyum Mei seperti penyakit menular dan ia selalu tertular.
1044.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Kakak Cantik, Jadi Mamiku!

Kakak Cantik, Jadi Mamiku!

Ansel bicara sambil menaha sakit. “Aku di sini. Bertahanlah,” ucap Aruna sambil menggenggam telapak tangan Ansel. Ansel melihat kecemasan di wajah Aruna. Dia malah tersenyum meski sedang kesakitan. “Kenapa kamu tersenyum? Jangan tersenyum, Ans! Ya, Tuhan!” Aruna begitu panik tapi Ansel malah masih bisa tersenyum. “Kamu ta-hu ….” Ansel bicara dengan terbata. “Me-lihat-mu mence-maskan-ku adalah hal yang mem-buatku be-gi-tu lega.”
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Suami Kedua

Suami Kedua

“Aku suka kalau kamu sudah tersenyum.” Anin terhenyak dan refleks mengatupkan bibir rapat-rapat. Anin mana tahu kalau ternyata senyum tipisnya terlihat oleh Jonan. ***
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
MALAM PENEBUSAN

MALAM PENEBUSAN

Perlahan-lahan, ia berputar memperlihatkan wajahnya. Sontak sekujur tubuh Anjani bergetar. Kedua mata yang menempel di wajah itu bolong. Bagaikan menangis darah, pipinya yang berkerut dialiri tinta gelap yang tak kunjung berhenti. Ia tersenyum mengerikan. Sangat mengerikan. Entah ia sedang bercengkerama dengan siapa, Anjani tak tahu. Tapi Anjani yakin sekali melihatnya tersenyum sambil terus merapalkan mantra-mantra itu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Putri Terbuang itu Istri Sah CEO

Putri Terbuang itu Istri Sah CEO

“Lo bisa-bisanya ngomong gitu di saat serius begini!” Pria itu hanya tersenyum miring, tatapannya tajam tapi hangat. “Gua cuma mau lo berhenti nangis. Lo manis kalau lagi ngeyel, tapi lebih manis lagi kalau senyum.” Aluna mendesah pelan, lalu kembali menempelkan wajahnya di dada bidang itu. “Gua gak bisa sekarang kalau tanpa lo..” **
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Rahim Kedua CEO

Rahim Kedua CEO

“Sekarang kamu juga kelihatan semringah, meski aslinya masih buruk.” Anne berdecih. “Sotoy.” “Setelah dapat keuntungan dalam jumlah besar, akhirnya aku bisa lihat senyum itu lagi, Ann.” “Senyum?” ulang Anne bingung. Varen mengangguk mengiyakan. Lalu membenarkan jas sebelum akhirnya bergerak mencondongkan tubuh. Tangannya dilipat di atas meja kemudian. “Senyum khas ketika kamu lega atau baru mendapat pencapaian dari hasil kerja kerasmu selama ini,” terang Varen. “Jangan dulu menyerah sebelum menang dari pertarungan di rumah.”
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Suamiku Bos Galak

Suamiku Bos Galak

Tersenyum puas karena Anna sudah tidak membahas dirinya yang ketahuan diam-diam memerhatikan. "Copot stiker, Bos ...." "Ya udah, copotin!" Akhirnya dengan bibir mengerucut, Anna melepas stiker anime kesukaannya. "Jangan manyun gitu bibirnya! Biasa aja!" titah Sadam ketus. Anna mendongak, tersenyum di depan Sadam. "Jangan senyum! Ngapain senyam-senyum gitu?" "Ya Allah, Bos ... manyun salah, senyum salah. Yang benernya gimana?"
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

“Syukurlah. Aku senang mendengar pengakuanmu.” Balasan Amarise terasa aneh di telinga Nic. Bahkan, raut bahagia itu seolah tidak nyata dan terlalu dipaksakan. “Rishi? Kamu tidak menyalahartikan senyumanku, kan?” “Tidak. Aku sudah mendapatkan penjelasannya darimu. Jangan mengkhawatirkan ekspresiku ini,” balas Amarise dengan fokus ke arah layar teve.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
ANSEN Menantu Naga Merah

ANSEN Menantu Naga Merah

Marina melanjutkan ucapannya. "Wah, Jadi merepotkan ibu! Terimakasih banyak yah ibu, Kami akan berusaha keras yah!" Ansen berkata sambil tersenyum nakal kepada Anaya. "Iiiiihh,..... Paaaan!" Anaya menjadi malu, mukanya sampai merah merona. Semua orang tiba-tiba tertawa dengan senang, Mereka semua sangat bahagia. Sesekali kedua adik kembar Anaya menggoda Anaya, menambah suasana semakin hangat.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Konsorsium

Sang Pewaris Konsorsium

Dia gugup mengatakannya, tapi dia tidak menyangka akan melihat Daffa tersenyum lagi. Ansel mengepalkan tangannya dan gemetar dengan percampuran kegugupan dan amarah. Dia tidak tahu kenapa Daffa tersenyum. Kalaupun dia tahu tidak ada kejahatan di balik senyumannya, itu masih membuatnya tidak nyaman. Amarah di wajahnya terpampang jelas dan Daffa bisa merasakan emosi negatifnya. Dia langsung berhenti tersenyum, menegakkan tubuhnya, dan meletakkan tangannya di bahu Ansel.
995.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai anime menangis tersenyum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status