My Game Boyfriend
Melati menatap tangan kekar Arthur yang kini bertengger nyaman di pahanya, lalu menatap wajah Arthur dengan tatapan menantang sambil bertanya, "Kalau begitu... apa maksudnya dengan tanganmu yang sekarang ada di pahaku ini, Tuan Hebat? Bukankah itu juga bentuk tak bisa menahan diri?"
Senyum Arthur makin melebar mendengar pertanyaan polos namun penuh godaan itu. Matanya berkerut di sudut-sudutnya, memancarkan kegembiraan dan kasih sayang yang melimpah. Ia melirik ke bawah, menatap tangannya sendiri yang sedang bersandar di paha kekasihnya, lalu jari-jarinya bergerak sedikit melengkung dan menekan lembut pada kulit yang tertutup kain itu. "Artinya sangat sederhana, Sayang," bisiknya dengan suar