Terjerat Takdir Tuan Saka
Arum terdiam sejenak, sedikit terpaku pada wajah tampan yang ternyata bisa tertawa seperti itu.
Saka pun langsung tersadar dan kembali bersikap normal, membalikkan badan pura-pura membaca sebuah majalah yang ada di atas meja. "Sudah, kalau ga ada yang penting, pulang sana."
"Iyaa, ini juga mau pulang," balas Arum seraya berdiri.
Sebelum melangkah, Arum sempat melirik ponselnya. Ada notifikasi masuk dari aplikasi, sebuah pengingat ulang tahun. [Ulang Tahun Tuan Saka - 3 Hari Lagi]