PAMER SUAMI
cetusku, menatap matanya dengan tajam.
"Kamu juga mengurusi hidupku. Buktinya, kamu sering stalking akunku, kan?"
Si@l, aku lupa kalau bisa melacak siapa yang sering stalking akun. Memang beberapa hari terakhir, aku menyusuri wall f******knya.
"Sudahlah, Inayah. Aku punya banyak urusan," balasku dan berjalan keluar, tapi kaki jenjangnya ikut menyusulku sampai ke dekat mobil.