Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

"Aku mengerti, Luna. Aku paham. Kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk melindungimu dari bajingan di antara kami. " Ellie tertawa terbahak-bahak melihat cara Ulysses berkata, hingga perutnya sakit. Dia masih tertawa saat mereka berjalan keluar dari hutan dan hampir tiba di lapangan turnamen. Di kejauhan, Ellie melihat River melakukan pemanasan. River meregangkan lengannya yang kuat, berputar maju mundur perlahan. Dengan pancaran sinar matahari di punggungnya, dia tampak sangat tampan. Ellie menahan napas dan berusaha untuk tidak menatapnya, tapi Ulysses menyadarinya. "Dan jika dia akan menang... haruskah aku protes?" Ellie nyaris tidak mendengarnya, jadi dia tidak mengatakan apa-apa. S
713 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as apa itu finally
Read
+Library
Satu Atap

Satu Atap

Rakha cuma menatap mereka sekilas, lalu balik lagi dorong troli ke depan seolah nggak ada yang aneh, tapi jelas-jelas tadi dia nggak bisa nahan buat nimbrung. ***** belanjaan udah selesai dibayar, kantong plastik penuh isi buah dan bahan makanan. Mereka bertiga keluar bareng dari minimarket. Udara malam lumayan sejuk, lampu-lampu jalan bikin suasana agak tenang. Vira merapikan rambutnya yang sempat jatuh ke wajah, lalu noleh ke Kevin. “Da....Kevin, sampai jumpa nanti malam, ya.” Nada suaranya ringan tapi jelas menyiratkan excitement.
799 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as apa itu finally
Read
+Library
Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

Rel, lo bisa menyangkal sekeras apa pun, tapi gue tau… tatapan itu nggak bisa lo bohongin. Aurelya sendiri masih berusaha fokus. Ia mencatat seadanya, padahal pikirannya melayang ke arah Raksa yang duduk nggak jauh darinya. Tiap kali cowok itu menunduk serius ke laptop, Aurelya justru merasa pengen melirik. Kenapa sih gue jadi kepo? Harusnya gue sebel, bukannya penasaran. Saat rapat hampir selesai, Satya menutup mapnya. “Oke, besok kita udah bisa masuk tahap final. Tinggal digabungin aja semua data.”
10727 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as apa itu finally
Read
+Library
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Dasar. Kesenangan kami terganggu karena kehadiran fansnya Mas Azzam, siapa lagi kalau bukan Ning Zulaikha dan Ning Asyifa. Ya ampun. Baik Ning Zulaikha maupun Ning Asyifa saling memperebutkan Mas Azzam, menganggap diri paling pantas bersanding bersama Mas garangku. Kagak tahu aja mereka ini kalau gadis jutek di sampingku yang tengah khusuk menikmati sup buah itu adalah pemilik seluruh hati si Gus garang yang sebenarnya. Hahaha. "Oryza sativa ... Mimosa pudica ...."
9.9124.8K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as apa itu finally
Read
+Library
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Tapi setelah mereka mendengar kedatangan seseorang di depan, mereka lekas menghentikan kegiatan yang sedang mereka lakukan. “Nona, saya akan melihat siapa yang datang.” “Hm,” sahut Shen Yiyi. Bibi Zhang lekas berdiri dan berjalan beberapa meter ke depan teras. Disana, dia melihat kedatangan sebuah mobil APV berwarna putih. Mobil itu belum sepenuhnya masuk, tetapi bibi Zhang telah tahu siapa yang ada di dalamnya sehingga dia lekas berbicara kepada sang nona.
9.8191.8K viewsOngoingAdded to Library 6.3K Times as apa itu finally
Read
+Library
Sang Petir Terakhir

Sang Petir Terakhir

Bukankah mereka yang sedang ketakutan terlihat seperti warga sipil? Gambaran tempat pun berubah. Api berwarna biru-putih itu kini menjadi lebih tenang, tidak lagi berbentuk seperti naga besar. Sebaliknya, api itu memperjelas gambaran tempat yang Jai lihat. Lantai dan dinding yang terbuat dari batu bata, spanduk yang digantung, dan semacam tempat duduk yang lebih cocok disebut dengan singgasana yang terletak di tengah ruangan. Bayangan seseorang pun muncul di depannya. Dilihat dari siluetnya, bayangan itu terlihat seperti seorang pria. Pria itu memegangi perutnya sambil perlahan mengeluarkan pisau belati yang tertancap di sana. Dia mendesis dan mengerang kesakitan saat menarik pisaunya keluar
93.5K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as apa itu finally
Read
+Library
Malam Terakhir Dengan Suamiku

Malam Terakhir Dengan Suamiku

Perempuan mandul itu lekas mencium tangan suaminya. Sedangkan Mayang hanya duduk seraya melipat kebaya ke dalam plastik. "Eh, ada pelanggan ya?" ujar Rama saat melihat Mayang. "Iya nih, Mas. Namanya Mayang. Minta di buatin kebaya," jelas Alya. "Oh, gitu..." gumam Rama. "Kalau begitu saya masuk dulu ya," lanjut suami Alya itu. Mayang bangkit berdiri dan mempersilahkan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as apa itu finally
Read
+Library
Aku Mencintaimu Tanpa Syarat Apapun

Aku Mencintaimu Tanpa Syarat Apapun

Dia tidak mau membenarkan kebenaran dari pertanyaan Daniel. "Oke." Daniel lalu mengambil langkah mundur menjauhi Ariana. "Aku mau segelas kopi saja. Aku lihat, kau punya mesin pembuat espresso yang bagus." Puji Daniel lalu menuju ke depan layar televisi Ariana. “Bagaimana jika aku memutar N*****x untuk menemani diskusi kita tentang 'berpura pura saling jatuh cinta' ini? Lagipula aku ingin melihat Film Fifty Shades of Grey denganmu."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as apa itu finally
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

"Ngapain nontonin orang kaya buang-buang sirup? Kurang kerjaan? Kuota internet itu mahal! Listrik mahal! Besok kerja! Besok sekolah! Bubar!" Klik. Citra menekan tombol End Live dengan kasar. "Yaaah! Kok dimatiin sih?!" protes Bastian. "Gift-nya belum dicairin!" Citra berbalik. Telapak tangannya menengadah di depan wajah Bastian. "Bagi hasil. Empat puluh persen." Bastian mengerjap. "Hah?" "Itu namanya Appearance F*e. Bapak pake muka saya, suara saya, sama emosi saya buat cari duit. Saya minta bagian. Tunai. Sekarang."
941 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as apa itu finally
Read
+Library
Panggilan Terakhir Pacarku

Panggilan Terakhir Pacarku

Di Kedai ''Nek,ada minyak goreng?" "Ada,mau beli berapa nak arii?" ''Sekilo aja lah nek" ''Oh yaudah bentar ya''ucap nek tumini sambil masuk kedalam kedai untuk mengambil minyak goreng. "Nih nak arii minyak goreng nya'' "makasih ya nek" "Pembunuh amerika beraksi lagi'' ucap bapak berkumis tebal sambil membaca koran.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as apa itu finally
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status