Satu Atap
Rakha cuma menatap mereka sekilas, lalu balik lagi dorong troli ke depan seolah nggak ada yang aneh, tapi jelas-jelas tadi dia nggak bisa nahan buat nimbrung.
*****
belanjaan udah selesai dibayar, kantong plastik penuh isi buah dan bahan makanan. Mereka bertiga keluar bareng dari minimarket. Udara malam lumayan sejuk, lampu-lampu jalan bikin suasana agak tenang.
Vira merapikan rambutnya yang sempat jatuh ke wajah, lalu noleh ke Kevin. “Da....Kevin, sampai jumpa nanti malam, ya.” Nada suaranya ringan tapi jelas menyiratkan excitement.
Hot Chapters