Menjadi Tawanan CEO Dingin
"Yang artinya masih ada ujian kedua? Nyonya Riana, sebaiknya kita nggak perlu bermain teka-teki lagi. Aku tahu kamu nggak mau aku masuk ke Keluarga Alatas, jadi nggak perlu banyak basa-basi. Kalau begitu, bukankah kamu malah terlihat munafik?"
Mata Aura bersinar saat dia kembali mengangkat kepalanya, tetapi tatapannya terlihat mengejek saat menatap Riana.
Aura berpikir mulut semua nyonya kaya ini memang selalu manis, tetapi hati mereka licik. Padahal hati mereka sudah penuh dengan kebencian, tetapi tetap saja berpura-pura bersikap lembut dan baik hati. Sementara itu, dia selalu tidak menghargai orang seperti itu dan ucapannya juga selalu langsung ke topiknya.
Bab Populer