KINASIH
Tanpa kesulitan, Wijaya sampai di depan pintu kamar, menempelkan kartunya dan masuk dengan cepat.
"Kenapa lama sekali?" ucap seorang wanita. Lingeri merah menyala, melekat di tubuhnya yang tak lagi muda namun masih terlihat segar oleh perawatan. Wanita itu mendekat, melingkarkan lengannya di leher Wijaya, melepas satu per satu kancing kemeja yang dikenakan. Pria tersebut tak menolak, pun sama sekali tak bereaksi saat jari jemari itu mulai bergerilya di dadanya. Dalam pikiran Wijaya, masih dipenuhi oleh Mariana dan sikap dinginnya yang membuat banyak pertanyaan muncul.
Hot Chapters