TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
“Enggak, Sa. Aku mengagumi keberanian dan niat tulusmu. Dari sejak kamu menyadari memiliki hati padaku, kamu sudah menunjukkan keseriusan itu.”
“Tapi ….” Ia sedikit berbisik.
“Nggak pakai tapi, Sa. Aku baru ingat nasehat salah satu Murobbi. Kalau ada seorang yang sudah siap secara mental, mempunyai pekerjaan tetap, seagama, apalagi soleh sepertimu, dan dia mengajakmu serius menikah, maka terimalah. Itu sudah jadi syarat yang cukup untuk jadi Imammu. Insyaa Allah itu takdirmu, begitu katanya. Ya, atas dasar itu, Sa. Dan buat apa lagi menunda.” Entah kenapa kini aku jadi sesak mengucapkan ini.
ตอนยอดนิยม