Unexpected Life
Napas keduanya terengah.
Bibir Aluna terasa perih, sedikit berkedut, samar—samar terlihat ruam merah bermunculan di sekelilingnya. Sungguh, ciuman bergàirah itu membawa sengatan diikuti aliran listrik tegangan tinggi. Mengalir sedarah di sekujur tubuh Aluna. Membuat darah perempuan ini semakin aktif, berdesir cepat.
“Woah… definitely, kamu begitu nikmat, Aluna….” pujian itu terlontar manis, lembut menyapu sembari tangan itu menyusuri ruam—ruam kemerahan di bibirnya.