TEMAN WANITA AYAHKU
Bintu Hasankunci ternyata belum siap akutuhan tolong aku ku tak dapat menahan rasa di dadakumengapa belum siap aku kehilangan dirimukarena kamu aku rela menunggu
Berat, tapi melepaskan adalah satu-satunya cara untuk bertahan.
Akhir-akhir ini, Bunda mulai mengabaikan komentar para pembaca yang menunggu kelanjutan novelnya. Dia memintaku membalas sesekali, menjelaskan bahwa ada urusan mendesak, sambil memohon doa agar segalanya lancar. Bunda tak ingin mereka tahu kalau dia sedang mengurus perceraian. Baginya, cukup mereka mengenal novelnya, bukan kisah hidup penulisnya. Untung saja Bunda menulis dengan nama pena. Tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya.