LETUP
Setelah semua pembahasan di indekos Zaki sesiang tadi, gagasan-gagasan yang tidak ia sukai, perasaan aneh yang membuatnya merasa tidak ingin membicarakan Kaila, juga sekelebat pemandangan yang ia lihat sepulang dari indekos Zaki, mendengar sang ibu mempertanyakan kakak kembarnya itu menyebabkan suasana hatinya kian memburuk.
“Nggak tahu, Ma. Emang Isar babysitter-nya?” jawab Kaisar, nadanya jemu. Tangannya kemudian lekas mengambil kembali jaket dan ransel yang tadi ia letakkan di sisinya ketika duduk, tidak menyadari tatapan sang ibu yang tengah mengikuti gerak-geriknya. “Isar ke kamar, ya, Ma. Gerah, mau mandi.”
Sikat na Kabanata