Desah Di Kamar Sebelah
“Iya, Ris. Makasih buat sarannya. Ini semua gara-gara papamu. Kenapa dia harus mencabut laporannya dulu? Berhenti memperkarakan Ina dan menganggap semua kasus yang dibuat mantan istrinya itu selesai. Akhirnya, jadi begini, Ris.”
“Papa juga mungkin tak pernah menduga kalau dia akan sembuh seketika, Ma. Kan, Mama tahu sendiri seperti apa kata psikiater yang merawat. Gangguan jiwa yang dialami Mama Ina itu sudah parah. Sulit buat sembuh total. Seumur hidup tentang bergantung dengan obat dan terapi-terapi perilaku. Itu pun tak menjamin bahwa dia dapat melakukan kegiatan normal lagi seperti orang sehat mental pada umumnya.” Ucapan Risti tiba-tiba membuatku bertanya-tanya. Apa gerangan yang mampu