Suami Perkasa
Namun tetap saja, mendengar Sasa mengucapkan semua itu dengan nada penuh kemenangan, membuat luka yang sudah membiru kembali disayat.
Sukma berjalan pelan, seakan kakinya berat menapak. Dalam benaknya, wajah Steve muncul jelas—wajah yang dulu selalu menatapnya penuh cinta, kini perlahan menjauh, tergantikan oleh bayangan Sasa yang menjeratnya.
Namun di balik semua perih itu, Sukma berbisik dalam hati:
"Kalau memang kebahagiaannya ada di sana, aku harus belajar merelakan. Tapi Sasa, cintaku pada Steve jauh lebih dalam dari yang bisa kau bayangkan."