Pisah Terindah
Namun, perkataannya itu membuat alisku bertaut.
"Kamu mau muji atau gimana, sih, maksudnya?"
"Nih, postingan kamu." Windi mengarahkan layar ponselnya yang tengah membuka aplikasi i*******m.
"Iya, aku habis posting. Terus kenapa?" tanyaku tak paham maksud Windi.
Windi mendengkus agak keras. "Masih juga lelet, ya, mikirnya. Nyesel aku sempat muji kamu."