Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WOLF (Indonesia)

WOLF (Indonesia)

07.45 AM PAGI ini. Matahari tampak malu dengan bersembunyi di balik gumpalan awan nan kelabu. Angin berembus lembut, menerpa siapa saja tanpa permisi. Kendati begitu, hawa panas tetap saja terasa membakar diri pada setiap siswa yang sedang berlari.
1013.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Silsilah Naga Emas

Silsilah Naga Emas

Untuk saat ini, yang bisa ia lakukan hanyalah bertahan hidup dan melanjutkan perjalanan. Sekitar sore hari, langit mulai memerah. Matahari akhirnya menampakkan diri di sela-sela awan, namun hanya sebentar sebelum awan hitam menggantung di ufuk barat. Angin bertiup kencang, membuat ilalang bergoyang laksana ombak di lautan. “Sepertinya akan turun hujan deras,” kata Mei Xiang. “Kita perlu mencari tempat berteduh.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Pada saat ini, badai besar masih terus berputar di antara langit dan bumi. Angin menderu, awan bergulung, pasir dan batu beterbangan. Hembusan angin ganas yang menyapu wajah bahkan terasa menyakitkan.
9.960.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

Tanpa bendungan atau apapun yang menghalanginya. Hari ini, mendung. Matahari seperti tak ingin menampakkan sinarnya sama sekali. Angin semilir semakin meratakan awan hitam yang nampak menebal, namun tak juga kunjung jatuh rintik hujan ataupun hanya sekedar gerimisnya saja.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Pertarungan baru saja mulai masuk babak berbahaya. Pusaran badai di atas kepala semakin besar. Angin gurun berubah jadi cambuk tak kasat mata yang menyayat kulit. Pasir beterbangan seperti hujan peluru, menutup jarak pandang hanya beberapa langkah ke depan.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya

Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya

"Ih, mulai gombal lagi." "Hahaha, aku senang melihat senyummu itu, menggemaskan jadi pengen." "Pengen apa?" "Pengen cium lah." "Aih ... Oh ya, Mas, kalau hujannya makin deras gimana? Kita kebasahan gak di sini?" "Ya, kalau banyak angin bisa saja nyemprot ke dalam airnya." "Bisa basah dong! Tapi kalau dari atas gak kebocoran kan?"
10255.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Angin Malam Menyadarkannya

Angin Malam Menyadarkannya

Martin pun berbalik menatap ke luar jendela. Hujan mulai turun. Satu tahun telah mencapai penghujungnya. Dan hidupnya sendiri ... juga benar-benar akan berakhir di sini.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Kedua orang itu dipilih langsung oleh Nihil dan memiliki kemampuan yang tidak kalah luar biasa. "Jarak seribu empat ratus dua puluh meter. Angin dari tenggara dengan kecepatan tiga meter per detik. Kelembapan cukup tinggi." Suara Mata Langit terdengar datar, setenang seseorang yang sedang membaca laporan cuaca.
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

“Gue nggak lapar.” Arga mendengus pelan. “Lo bukan nggak laper. Lo lagi kebanyakan mikir.” Satria diam saja. Tatapannya beralih ke kapal-kapal yang terparkir di bawah terik matahari. Angin pelabuhan masih membawa sisa debu batubara yang menempel di lengan dan kerah baju mereka. Siang mulai naik. Terik, tapi tidak cukup untuk mengusir tegang yang masih menggantung di tubuh Satria.
10252.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai arah mata angin sekarang
Tampilkan Ulasan (119)
Baca
+Pustaka
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Baca Semua Ulasan
The Wall In My Heart

The Wall In My Heart

Tapi, hari ini sepertinya matahari sedang bersembunyi di balik awan hitam itu. Perlahan tetes air jatuh lebih lama semakin deras mengguyur. Tetes airnya terlihat ramai menyentuh kaca jendela bening berukuran 2×1 meter yang menghadap jalan. Aku menghela nafas berat. Merasakan sapuan angin hujan masuk melalui ventilasi jendela yang tepat berada di sebelah kiriku. Kreek…
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status