Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Pada saat ini, badai besar masih terus berputar di antara langit dan bumi. Angin menderu, awan bergulung, pasir dan batu beterbangan. Hembusan angin ganas yang menyapu wajah bahkan terasa menyakitkan.
9.962.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

Tanpa bendungan atau apapun yang menghalanginya. Hari ini, mendung. Matahari seperti tak ingin menampakkan sinarnya sama sekali. Angin semilir semakin meratakan awan hitam yang nampak menebal, namun tak juga kunjung jatuh rintik hujan ataupun hanya sekedar gerimisnya saja.
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

“Dimana kamu sekarang…?” Angin berhembus pelan dari jendela. Menyentuh wajah mereka. Namun tidak membawa jawaban. Hanya kegelisahan… Yang semakin dalam. … Di tiga tempat yang berbeda. Tiga perasaan yang sama. Kekhawatiran. Kehilangan. Dan ketidakpastian. Tanpa mereka sadari… Takdir mulai bergerak. Dan badai yang lebih besar… Perlahan mendekat.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Maaf, Kurebut Istrimu!

Maaf, Kurebut Istrimu!

Wanita itu juga merasa tidak memiliki tenaga untuk melawan kedua orang ini. “Kena angin jalanan sepertinya sedikit lebih baik saat ini,” gumamnya dan dapat didengar oleh Ririn dan juga Dirga. “Nah iya betul. Cuaca juga nggak terik, pas banget. Angin sepoi-sepoi menemani kegalauan kamu,” canda Ririn yang langsung mendapatkan cubitan dari Aluna. “Hahaha ampun,” tawa Ririn. “Udah ayo.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Grace memandang Marvel sejenak sebelum mengalihkan pandangannya pada jendela besar di dekatnya. "Matahari sedang gak bersinar dengan terik diluar sana. Akan sangat menyenangkan untuk menikmati udaranya sekarang." Marvel turut memandangi pemandangan yang berada di luar jendela ruangannya. Dahan pohon besar di dekat ruangannya sedikit bergerak karena tertiup angin, ditemani cahaya teduh yang membuatnya terlihat sejuk untuk dipandang. Diam-diam, Marvel menyetujui kalimat yang dilontarkan Grace padanya barusan. Cuaca cerah tanpa panas terik matahari yang dapat membakar kulit, mungkin adalah saat yang tepat untuk menikmati sapuan hangat angin lembut yang dapat menarik kepenatannya pergi.
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Pertarungan baru saja mulai masuk babak berbahaya. Pusaran badai di atas kepala semakin besar. Angin gurun berubah jadi cambuk tak kasat mata yang menyayat kulit. Pasir beterbangan seperti hujan peluru, menutup jarak pandang hanya beberapa langkah ke depan.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Angin Malam Menyadarkannya

Angin Malam Menyadarkannya

Martin pun berbalik menatap ke luar jendela. Hujan mulai turun. Satu tahun telah mencapai penghujungnya. Dan hidupnya sendiri ... juga benar-benar akan berakhir di sini.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Kedua orang itu dipilih langsung oleh Nihil dan memiliki kemampuan yang tidak kalah luar biasa. "Jarak seribu empat ratus dua puluh meter. Angin dari tenggara dengan kecepatan tiga meter per detik. Kelembapan cukup tinggi." Suara Mata Langit terdengar datar, setenang seseorang yang sedang membaca laporan cuaca.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
The Wall In My Heart

The Wall In My Heart

Tapi, hari ini sepertinya matahari sedang bersembunyi di balik awan hitam itu. Perlahan tetes air jatuh lebih lama semakin deras mengguyur. Tetes airnya terlihat ramai menyentuh kaca jendela bening berukuran 2×1 meter yang menghadap jalan. Aku menghela nafas berat. Merasakan sapuan angin hujan masuk melalui ventilasi jendela yang tepat berada di sebelah kiriku. Kreek…
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Can You See Me?

Can You See Me?

Maka dari itu sadari dan hargailah apa yang kamu kamu, karena itu adalah bentuk rasa syukur atas apa yang kamu miliki. Hari ini tampak banyak awan yang menggantung berkerumun. Abu-abu warnanya. Matahari yang tadi seakan menyeringai panas, kini tertutup awan yang mungkin saja membawa kabar akan datangnya badai mala mini. Angin bertambah kencang. Air-air perlahan turun dari langit. Awalnya hanya sebuah rintih namun lama-lama berubah menjadi besar. Gaduh air yang mengalir dari atap bumi terdengar menggerutu. Langit sepertinya sedang bersedih. Entah karena ditinggal kemarau atau karena sebab lainnya.
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai arah mata angin sekarang
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
ms huang
ceritanya bgs .... aku singgah bawa 5* kk...smangattt yaaa.... intip karyaku juga yukkk kk...judulnya KEKASIH BRENGSEKKU. hari ini up bab 18. cerita ttg hubungan toxic yang sering juga kita jumpai dikehidupan nyata. makasiii kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status