Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Handsome, But Dangerous!

Handsome, But Dangerous!

**** Angin berhembus dengan kencang. Siang ini udara tidak terasa begitu panas sehingga enak untuk dinikmati. Langit biru yang dipenuhi oleh awan terlihat indah jika dilihat dari tempat ini. "Gue bener-bener enggak habis pikir, Romeo berani banget," ucap Galan sambil menyugar rambutnya karena terkena hembusan angin.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
KESEMPATAN KEDUA PUTRI FIGURAN

KESEMPATAN KEDUA PUTRI FIGURAN

Saat ini, langit penuh dengan matahari terbenam, dan seluruh langit tampak berubah menjadi warna yang hangat. Ada banyak orang di taman, mungkin semuanya datang untuk "bersenang-senang" seperti Crystal. Mereka menemukan tempat kosong dan duduk. Mereka duduk bersama seperti ini, suasana yang mengalir di udara terasa hangat. Sekitar setengah jam kemudian, Messa mengingatkannya: "Angin sudah kencang, saatnya untuk kembali." "Oke, turun lagi besok." Untuk memperjuangkan keuntungan besok, Crystal bangkit tanpa ragu-ragu.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Kubuat Kau Mencintaiku!

Kubuat Kau Mencintaiku!

Menentramkan hati, menjernihkan pikiran. "Lo tahu?" Rain berkata lamat-lamat. Matanya perlahan memejam. "Kadang angin itu menyenangkan kayak sekarang, kadang juga bikin malapetaka kayak puting beliung. Gak nentu. Dia kayak seenaknya. Tapi satu hal pesan dari angin yang selalu bikin orang nyaman ... tergantung lo nikmatin angin itu sama siapa." Rain membuka matanya sedikit, melirik Dera. "Karena kenyamanan bukan dari luar, tapi dari sini." Rain menunjuk dadanya sendiri.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Suami Berondongku Ternyata CEO Billionaire

Suami Berondongku Ternyata CEO Billionaire

"Haruskah aku mematikan lampunya?" "Jangan dulu. Maukah kamu memijat kakiku? Aku sangat merasa lelah hari ini. Pijatlah sebentar..." Pintanya. Di luar sudah mulai terdengar bunyi guntur bermain di angkasa. Angin bertiup sedikit lebih kencang dari biasa. Pepohonan bergerak semakin liar. Hari sepertinya akan hujan. "Tuan, apa ini terlalu kuat?" tanya Noah.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Pedalaman Gumantra

Pedalaman Gumantra

ucap Mahesa. "Itu hanya gumpalan awan hitam biasa karena cuaca memang sedang buruk," Brady masih berusaha berpikir positif. "Tapi kalian juga sadar tidak, selama berada disini tidak pernah ada matahari yang terlihat," ucap Mahesa lagi.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

kata Tara lantas dibenarkan oleh manusia-manusia yang lain. Lagi-lagi hening. Namun, gemuruh di luar perlahan datang bersama angin. Angkasa berulas kelabu, mungkin hujan akan turun di siang menuju swastamita hari ini. Entahlah, tak jarang semesta membual pada insan.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor

Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor

Ruang yang hampir terkunci karena hanya dipenuhi rasa sakit. Saat ini, aku belum tahu bagaimana masa depan kami nantinya. Tapi untuk hari ini saja .... Aku ingin berhenti mengkhawatirkan semuanya dan memilih menikmati senja bersama suamiku. --- Matahari hampir tenggelam, membuat langit mulai gelap. Angin laut bertambah sejuk dan pantai nyaris sepi. "Kita check in sekarang?" tanyaku.
1018.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Maaf, Kurebut Istrimu!

Maaf, Kurebut Istrimu!

Wanita itu juga merasa tidak memiliki tenaga untuk melawan kedua orang ini. “Kena angin jalanan sepertinya sedikit lebih baik saat ini,” gumamnya dan dapat didengar oleh Ririn dan juga Dirga. “Nah iya betul. Cuaca juga nggak terik, pas banget. Angin sepoi-sepoi menemani kegalauan kamu,” canda Ririn yang langsung mendapatkan cubitan dari Aluna. “Hahaha ampun,” tawa Ririn. “Udah ayo.”
10899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Lalu, dia pun bangkit dan pergi ke teras. Anginnya agak dingin. Tidak ada lampu. Hanya ada cahaya dari ruang tamu, menciptakan bayangan samar. Dia menemukan kursi di sudut dan duduk. Ketika mendongak, dia melihat Chaz dan Nina berdebat sengit di dekat taman bunga. Akhirnya, Chaz berbalik dan pergi dengan emosi. Nina mengulurkan tangan untuk menariknya kembali.
23.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Istri Liar Direktur Posesif

Istri Liar Direktur Posesif

Arsen duduk di kursi besi bercat putih, langsung menghadap ke arah kolam yang ditumbuhi banyak teratai. Cuaca hari ini terbilang cukup baik karena panas matahari terhalangi awan besar yang tak terlalu gelap. Angin segar bertiup kencang, sehingga diterbangkannya banyak dedaunan kering yang sudah lama gugur.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status