Bunga Takdir
"Aku ke kamar duluan ya, Ma."
"Ya sudah, kamu istirahat saja sekalian siapin mental buat besok. Selamat malam, Nak."
"Malam, Ma."
Sekeras apapun Yara berpikir, Dia tidak akan menemukan jawaban yang pasti. Aku akan melindungimu kali ini, perkataan Athur tadi kembali terdengar dalam benaknya. Melindunginya dari apa? Tidak dapat dipastikan apakah Athur adalah sosok yang bisa melihat masa depan, seperti dirinya atau perkataan Athur semata-mata sengaja dibuat agar dirinya dipenuhi rasa kebingungan. Tak ada pilihan pasti selain bertanya langsung padanya, tetapi yang perlu dipastikan apakah Athur berpikir logis seperti Mamanya atau dia tidak mempercayai hal-hal tak masuk logika, seperti fantasi?
Hot Chapters