Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bayi Telantar di Rumah Sakit

Bayi Telantar di Rumah Sakit

Setelah Meidina dan ketiga anaknya sudah tak terlihat dari pandangan mata, Arfa baru melajukan mobil Fortuner warna hitamnya menuju apartemen kediamannya. Baru satu bulan Arfa kembali ke tanah air setelah menempuh pendidikan di luar negeri. Sebagai anak yatim piatu yang tidak punya tempat tinggal, Arfa menyewa sebuah apartemen sebagai tempat tinggalnya saat ini.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as arfa
Read
+Library
Putri sang Artis Kontroversial

Putri sang Artis Kontroversial

“Apa yang telah terjadi Mbak?” “Oh, ini tadi digigit nyamuk,” kataku sambil berusaha menutupinya dengan rambut. Arfa menunjukkan raut yang tidak puas dengan jawabanku. Meskipun umur Arfa masih empat belas tahun, dia pasti tahu tanda di leherku bukanlah seperti yang aku lontarkan. Dia sedikit menghela napas, “Kalau ada apa-apa, Mbak harus bilang. Aku akan selalu ada di pihak Mbak.”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as arfa
Read
+Library
ARSHAKA

ARSHAKA

Tanya Arshaka dengan wajah dinginnya. "Well.. gak ada bangku lain yang kosong, boleh kan?" Tanya Felix. Mila merasakan denyut jantungnya berdegup kencang saat kedua matanya bertemu dengan tatapan tajam Arshaka. Refleks, ia menundukkan kepalanya, terdiam dan mencoba menghindar dari tatapan dingin yang membuat nyalinya ciut. Kedua bibirnya bergetar, ia benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as arfa
Read
+Library
BATARI

BATARI

“Kalau kamu masih di sana, kedip dua kali.” Mata Batari berkedip—sekali… dua kali. Cepat. Panik. Lenka mendecak, kesal. “Manis.” Freya menahan amarahnya. Ia mengatur napasnya sendiri dulu, lalu bicara seperti orang yang menuntun anak keluar dari air dalam. “Batari, dengar aku. Rasain telapak tangan kamu. Rasain lantai. Sebut tiga hal yang kamu lihat.”
10427 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as arfa
Read
+Library
ASFHA ZIARA

ASFHA ZIARA

Kagak salam kagak apa kagak ada akhlaq banget bisanya cuma nyerocos aja Hehe maaf banget cantek, gue tau lo cantek. Emm btw sama tugas Pak Alzam gimana? Boleh minta contekan dong hehe Dasar kutu kupret kalo ada sesuatu pasti baik, gue belom ngerjain lupa ey! Huwahhhh, gue tarik lagi gak jadi bilang cantek:( Asfha tak membalas chat Fika, dia mencari nama teman yang bernama Arsad, setelah ditemukan Asfha langsung chat.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as arfa
Read
+Library
Rafnindita

Rafnindita

Drrt Getaran ponsel menyadarkan Anin dari lamunannya. Anin melirik ponselnya yang bergetar. Ia bangkit dari posisinya untuk mengambil ponsel yang terletak di nakas samping ranjang. Keningnya berkerut, nomor tidak dikenal tertera pada layar ponselnya. From: +62 81213456789 Saya Rafa. Apakah bisa makan malam di rumah saya?
101.8K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as arfa
Read
+Library
Antara Fajar dan Senja

Antara Fajar dan Senja

Tadi kamu pulang pake angkot? Nika - Iya. Gue udah biasa sih pake angkot. Aldi - Wiiih gilaaaa. Kenapa gak pake motor aja sih. Kan rumah kamu tuh jauh. Nika - Kamu tau dari mana kalo rumah aku jauh? Aldi - RA – HA – SI – A! Hahahaha. Nika - Elo ngepoin gue? Aldi - Hahaha. Eh, sabtu ini sibuk engga?
103.3K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as arfa
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

Mata Alarick menatap lurus ke arah belakang Nerissa tepat di mana Tuan Frore dan Tuan Mauricio berdiri saat ini. Sontak Nerissa membalikan badannya begitupun dengan Jason. “Mengapa kalian belum masuk?” Tuan Frore bertanya, netranya memandang mereka satu-satu. “Baru saja kami akan masuk.” Lihatlah, saat ini Alarick tengah memainkan perannya dengan sangat baik. Mereka masuk ke dalam apartemen Nerissa setelah sang tuan rumah membuka pintunya. “Sejak kapan kau memiliki ART?” Tuan Frore bertanya saat netranya menangkap sosok wanita paruh baya yang tengah sibuk dengan peralatan dapur saat ini.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as arfa
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Wajahnya begitu sejuk dan bersahaja. "Halo, Mba, perkenalkan aku Hanna." Ini sudah yang kesekian kali Hanna memperkenalkan diri, tapi Arimbi masih belum merespons. Pandangan Arimbi masih tertuju pada langit mendung. Objek langit memang menjadi pemandangan kesukaannya saat duduk di taman. Entah apa yang Arimbi pikirkan? Tatapan wanita itu seolah-olah berpikir, tengah menerka sesuatu. Namun, tidak ada yang tahu.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as arfa
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as arfa
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status