Raina
Dia kalau belum puas, akan terus bertanya seperti itu.
"Bisa diem gak, sih? Tein pusing nih kalau kalian ngomong terus."
Muka Ara berubah suram. Dia memeluk boneka barbienya sambil memanyunkan bibir. "Tein jahat. Nanti kita bilangin Papi, ya Bang?"
"Iya, Ra."
"Ara mau pulang, Tein!" rengeknya mengguncang lenganku.
"Iya, sabar. Ini Tein mau pesan taksi online."
Hot Chapters