Sampai Kau Ingat Aku
Perempuan itu segera membelitkan lengannya ke tubuh Arkan, erat, seolah enggan melepaskan satu-satunya pegangan yang ia punya.
Arkan menarik napas panjang, sebuah helaan napas yang sarat akan rasa putus asa. Dengan sedikit geram, ia meraih ponsel dari dalam tas Naya dengan kasar. Keningnya berkerut dalam saat melihat nama yang berkedip di layar.
Rafi.
Tanpa ragu, Arkan menjawab panggilan itu.
"Halo, Rafi," ucap Arkan cepat, suaranya dingin dan tanpa basa-basi.
Hot Chapters