500 Juta Harga Tubuhku Untukmu
Gibran menyalakan ponselnya, lalu segera menghubungi seseorang.
Tak butuh waktu lama, panggilan itu langsung tersambung. “Ya, ada apa, Dokter Gibran?” jawab seorang lelaki dari seberang telepon. Pria itu bernama Bram, seorang detektif swasta sekaligus sahabat baiknya.
“Bram, tolong cari tahu latar belakang Tuan Arkan,” pinta Gibran tanpa basa-basi.